JurnalPatroliNews – Jakarta – Pergerakan masyarakat pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan mencetak rekor baru. Pemerintah memproyeksikan lonjakan mobilitas dalam skala sangat besar pada musim mudik tahun ini.
Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan yang dikutip di Jakarta, Sabtu (28/2/2026), sekitar 50,60 persen penduduk Indonesia atau setara 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik.
Mobilitas masif tersebut masih didominasi pergerakan di Pulau Jawa, baik sebagai daerah asal maupun tujuan para pemudik.
Dari sisi wilayah keberangkatan, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pemudik terbesar, yakni sekitar 30,97 juta orang. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah sebanyak 27,29 juta orang, lalu DKI Jakarta dengan 19,93 juta orang, serta Jawa Timur sekitar 17,12 juta orang.
Sementara dari sisi daerah tujuan, Jawa Tengah menjadi destinasi paling diminati dengan perkiraan 38,71 juta pemudik. Disusul Jawa Timur yang diproyeksikan menerima 27,29 juta orang dan Jawa Barat sebanyak 25,09 juta orang.
Data tersebut menunjukkan arus mudik terbesar masih berputar di wilayah Jawa. Jawa Tengah secara khusus tetap menjadi magnet utama, menegaskan perannya sebagai kampung halaman jutaan perantau, terutama mereka yang bekerja di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Dengan potensi pergerakan mendekati 144 juta orang, Lebaran 2026 menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Fokus utama kini tertuju pada pengaturan arus lalu lintas serta kesiapan infrastruktur transportasi agar perjalanan jutaan pemudik dapat berlangsung lancar dan aman.














