JurnalPatroliNews – Jakarta – Kebakaran menghanguskan sebuah warung gorengan di Kampung Cipari, Desa Girimukti, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat diduga akibat kebocoran gas elpiji, Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 17.15 WIB.
Peristiwa ini menyebabkan enam orang mengalami luka bakar, terdiri dari tiga orang dewasa dan tiga anak-anak. Korban merupakan suami-istri pemilik warung batagor, seorang anak mereka, serta tiga orang pembeli yang saat itu berada di lokasi.
Adapun identitas korban yang mengalami luka kebakaran, yaitu Syaher Umar Aliando (10) mengalami luka bakar 36%, Alfahrezi Fadillah (11) mengalami luka bakar 15,5%, Ajka Utama Ardhani (9) luka bakar 15,5%, Rahmat Hidayat (22) luka bakar 15,5%, Wendi (37) luka bakar 50%, Sela (31) luka bakar 45%.
Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Sindangbarang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, pihak rumah sakit memastikan empat dari enam korban harus dirujuk ke RSUD Pagelaran karena mengalami luka bakar serius mencapai hampir 50%.
Menurut saksi mata, Cecep Irwan, kebakaran bermula dari kebocoran tabung gas elpiji yang sebelumnya diletakkan di area WC.
“Awalnya ada kebocoran gas. Tabung yang bocor disimpan di WC, sementara tabung baru sudah dipasang. Begitu kompor dinyalakan, langsung terjadi ledakan dan api menyambar pemilik warung dan pembeli,” ujar Cecep, Sabtu (29/11/2025).
Ledakan membuat api cepat membesar dan membakar sebagian ruangan warung sebelum akhirnya warga setempat berupaya memadamkan api dan mengevakuasi para korban.
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, membenarkan bahwa kebakaran terjadi akibat tabung elpiji 3 kilogram yang mengalami kebocoran.
“Di warung itu ada gas yang bocor. Setelah pemilik mengganti tabung baru dan menyalakan kompor, api langsung menyambar gas yang bocor tersebut,” ungkapnya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi tabung gas aman sebelum digunakan untuk mencegah kejadian serupa.













