JurnalPatroliNews | Denpasar – Festival Gerbang Nusantara 2026 resmi dibuka di Inna Bali Heritage Hotel, Denpasar, Bali, sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai budaya, ekonomi kerakyatan, dan kepedulian sosial. Mengusung tema “Bangga, Bangkit, Bangun Dharma Nusantara”, festival yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 ini menghadirkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, pelaku UMKM, hingga generasi muda Hindu Nusantara.
Pembukaan festival mendapat apresiasi dari Manggala Taksu Agung. Ketua Manggala Taksu Agung, Jro Gede Widiarta, S.T., yang hadir bersama jajaran pengurus, menilai kegiatan yang digagas Pusat Koordinasi (Puskor) Hindunesia merupakan langkah nyata dalam memperkuat persatuan umat sekaligus mendorong pembangunan berbasis budaya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan nyata yang digagas oleh Puskor Hindunesia. Kami berharap Puskor tidak pernah berhenti berbuat, mengabdi, dan memberikan kontribusi positif bagi umat Hindu di seluruh pelosok Nusantara,” ujar Jro Gede Widiarta di sela pembukaan festival.
Prosesi pembukaan dilakukan secara simbolis melalui pemukulan kentongan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija, disaksikan Anggota DPD RI Provinsi Bali Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra serta Ketua Umum Puskor Hindunesia Ida Bagus Susena.
Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Puskor Hindunesia, Anak Agung Gede Agung, menjelaskan pemilihan Inna Bali Heritage Hotel sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Hotel bersejarah yang dibangun pada 1927 tersebut akan memasuki usia satu abad pada 2027, sehingga dinilai memiliki nilai historis yang selaras dengan semangat pelestarian warisan budaya Nusantara.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Puskor Hindunesia Ida Bagus Susena menegaskan bahwa seluruh rangkaian Festival Gerbang Nusantara disusun berdasarkan filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Implementasi nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mencakup pengembangan sumber daya manusia dan pelestarian budaya lewat pertunjukan seni serta lomba-lomba budaya yang dimeriahkan penampilan 70 penabuh Sekaa Gong Desa Petak. Di sisi lain, festival juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi melalui pameran produk UMKM kreatif dari berbagai daerah.
Tak hanya itu, aspek kepedulian sosial dan lingkungan turut menjadi bagian penting dalam festival melalui kegiatan donor darah, gerakan pengelolaan sampah, serta kampanye pertanian organik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Harapan kami, festival ini tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga berharap ke depan mendapat dukungan penuh dari Guru Wisesa (pemerintah) agar festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang lebih besar,” ujar Ida Bagus Susena.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan festival juga disampaikan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija, yang menilai Puskor Hindunesia berhasil menghadirkan ruang kolaborasi yang mengintegrasikan pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, aksi sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan.
Festival Gerbang Nusantara 2026 ditutup dengan kegiatan Yoga Massal yang digelar di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan yang terbuka bagi masyarakat umum tersebut dipandu oleh Master Yoga Nasional Anjasmara sebagai bagian dari kampanye hidup sehat dan harmoni bersama.
Melalui Festival Gerbang Nusantara, Manggala Taksu Agung bersama Puskor Hindunesia berharap semangat “Bangga, Bangkit, Bangun Dharma Nusantara” tidak berhenti sebagai tema kegiatan semata, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif yang memperkuat persatuan, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kesejahteraan umat Hindu di seluruh Indonesia.















Komentar