Bukan Barang Reject, Mendagri Tito Pastikan 106 Ribu Pakaian Bantuan untuk Sumatera Adalah Produk Baru

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengonfirmasi akan menyalurkan 50 ribu unit pakaian baru untuk masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Bantuan tersebut rencananya akan diserahkan secara langsung saat kunjungan kerja Mendagri ke Aceh pada Senin, 22 Desember 2025 mendatang.

Tito menjelaskan bahwa pemilihan Aceh Tamiang didasari oleh dampak bencana yang dinilai paling berat di wilayah tersebut.

Ia juga menekankan bahwa seluruh bantuan yang dikirimkan adalah pakaian dalam kondisi baru dan berkualitas ekspor, bukan barang reject atau sisa produksi.

Pengiriman bantuan ini dapat terealisasi setelah adanya kelonggaran aturan ekspor bagi perusahaan garmen di masa tanggap darurat bencana.

Sebelumnya, pengiriman pakaian baru ini sempat terkendala regulasi karena perusahaan penyumbang berada di kawasan ekonomi khusus yang hanya diizinkan untuk keperluan ekspor.

Namun, melalui koordinasi lintas kementerian, diputuskan bahwa barang ekspor tersebut boleh didistribusikan untuk kepentingan penanggulangan bencana tanpa dikenakan pajak bea cukai, asalkan terdapat permintaan resmi dari instansi pemerintah.

Bantuan tahap pertama ini mencakup total 106 ribu pakaian yang berasal dari PT Daihan Global Sukabumi sebanyak 101 ribu potong, serta sumbangan dari perusahaan lain sebanyak 5 ribu pakaian dan 2 ribu selimut.

Selain Aceh Tamiang, bantuan sisa akan didistribusikan ke wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur masing-masing sebanyak 25 ribu unit.

Pemerintah juga telah merencanakan pengiriman gelombang kedua pada 27 hingga 28 Desember mendatang.

Pada tahap tersebut, diperkirakan akan ada tambahan 50 ribu hingga 100 ribu pakaian lagi yang akan dikirim langsung untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak.