Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Temui Menhan Jepang di Tokyo, Bahas Pengadaan Eks Kapal Perang Destroyer 3.500 Ton

JurnalPatroliNews – Tokyo – Kementerian Pertahanan Jepang dan Republik Indonesia secara resmi mulai membahas peluang transfer kapal perang perusak kelas Asagiri guna memperkuat kemitraan militer kedua negara.

Langkah strategis tersebut mencuat dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi di Tokyo.

Pertemuan tingkat tinggi antarmenteri pertahanan tersebut dilaporkan berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026.

Dalam rilis resminya, pihak Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan keinginan Koizumi untuk meningkatkan kerja sama pertahanan di bawah payung Defence Cooperation Arrangement (DCA).

Regulasi DCA itu sendiri diketahui baru saja ditandatangani saat kunjungan resmi pihak Jepang ke Indonesia pada bulan Mei lalu.

Kedua belah pihak menyambut baik kemajuan diskusi dalam kelompok kerja yang dibentuk di bawah sistem transfer peralatan dan teknologi pertahanan yang telah direvisi.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin secara langsung menyampaikan niat dan keinginan Indonesia untuk merealisasikan kerja sama di bidang peralatan serta teknologi pertahanan tersebut.

Realisasi kerja sama pertahanan ini secara khusus mencakup rencana transfer unit kapal perusak kelas Asagiri serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

Mengenal Spesifikasi Kapal Perusak Kelas Asagiri Jepang

Kelas Asagiri dikenal luas sebagai salah satu kelas kapal perusak tertua yang hingga kini masih aktif dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF).

Armada kapal perang perusak ini tercatat telah memperkuat lini pertahanan laut Negeri Sakura sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1988 silam.

Berdasarkan data yang dihimpun dari kantor berita NHK, total ada delapan unit kapal perusak kelas Asagiri yang pernah diproduksi, di mana salah satunya kini telah dipensiunkan.

Media Kyodo-OANA melaporkan bahwa kapal destroyer ini memiliki bobot masif mencapai 3.500 ton dengan spesifikasi panjang badan kapal sejauh 137 meter.

Salah satu unit dari kapal perusak kelas Asagiri ini juga tercatat pernah berlabuh dan berkunjung ke Indonesia pada awal tahun 2023 lalu dalam rangka menjalankan misi diplomatik.

Kelanjutan Kelompok Kerja dan Pembahasan Isu Regional

Guna menindaklanjuti rencana transfer alutsista ini, Sjafrie dan Koizumi sepakat untuk segera memulai pembahasan teknis lebih lanjut di dalam kelompok kerja.

Agenda pembahasan mendatang dipastikan bakal mencakup sektor-sektor krusial seperti program pendidikan, pelatihan personel, hingga manajemen pemeliharaan alutsista.

Selain itu, kelompok kerja kedua negara juga akan fokus merumuskan pola dukungan keberlanjutan operasional bagi persenjataan militer yang ditransfer.

Di akhir pertemuan, kedua menteri pertahanan tersebut turut memanfaatkan momentum untuk saling bertukar pandangan mengenai dinamika situasi keamanan regional.

Pembahasan geopolitik internasional tersebut secara khusus menyoroti eskalasi dan perkembangan situasi keamanan terkini yang tengah bergulir di kawasan Timur Tengah.

Komentar