JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menegaskan komitmennya untuk mendorong koperasi pondok pesantren (Kopontren) agar tidak hanya bergerak di sektor perdagangan, tetapi mulai fokus mengembangkan bisnis di sektor produktif.
Kopontren juga diharapkan dapat menjadi inisiator pembentukan holding koperasi untuk menyatukan kekuatan ekonomi umat.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan arah kebijakan koperasi saat ini sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa yang menginginkan koperasi hadir di sektor produksi, distribusi, industri, hingga perkreditan.
Karena itu Presiden Prabowo Subianto menggagas pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih guna mengembalikan pembangunan ekonomi sesuai amanat konstitusi.
“Memang kebijakan umum di Kementerian Koperasi sekarang sejalan dengan keinginan para founding fathers kita. Koperasi itu, termasuk Kopontren, bisa masuk ke sektor produksi, distribusi, industri, dan perkreditan,” ujar Menkop Ferry dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimtek Koperasi Pondok Pesantren di Yogyakarta, Kamis (27/11).
Ia menilai perkembangan Kopontren sudah menunjukkan kemajuan signifikan. Sejumlah koperasi memiliki aset triliunan rupiah, mampu bersaing di pasar modern hingga melakukan ekspor. Contohnya Koperasi Ponpes Al-Ittifaq di Bandung serta Koperasi Pesantren Sidogiri.
Kemajuan ini tidak terlepas dari peran Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang konsisten memberikan pendampingan dan dukungan pembiayaan.
Ferry berharap kegiatan sosialisasi dan bimtek yang digelar LPDB mampu mendorong lebih banyak Kopontren masuk sektor produktif sehingga memberi multiplier effect bagi ekonomi umat dan masyarakat sekitar.
“Mudah-mudahan di Bimtek ini kita bahas bagaimana membuat holding kekuatan yang lebih besar, agar semua potensi koperasi pesantren bisa disatukan,” ujarnya.
Meski memiliki potensi besar, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah. Dari 2.347 Kopontren aktif, baru 668 koperasi atau 28,5 persen yang melaporkan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Padahal RAT merupakan instrumen penting dalam pengelolaan dan pengembangan usaha koperasi.
“Ini menjadi catatan kita bersama agar koperasi pesantren memiliki pondasi kelembagaan yang sehat sebelum masuk tahap ekspansi usaha,” kata Ferry.
Ia optimistis Kopontren dapat menjadi motor rantai pasok nasional. Dengan dukungan LPDB, Kopontren diharapkan memperkuat posisi sebagai pilar ekonomi nasional.
Pemerintah juga menargetkan koperasi tidak lagi hanya menjadi wadah simpan-pinjam, tetapi pusat produksi dan distribusi.
“Pemerintah akan mendorong supaya koperasi pondok pesantren bisa masuk ke sektor-sektor yang selama ini dianggap tidak mampu,” tegasnya.
Ferry menambahkan, pemerintah tetap berkomitmen mengembalikan arah pembangunan ekonomi berdasarkan prinsip konstitusi.
Presiden Prabowo, kata dia, ingin menempatkan kembali peran negara dalam mengatur pasar agar tidak sepenuhnya bergantung pada mekanisme pasar bebas.
“Pak Prabowo ingin menempatkan kembali peran negara untuk mengatur pasar, supaya menjadi lebih adil dan merata,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Umum dan Hukum LPDB, Deva Rahman, menegaskan lembaganya telah menyalurkan pembiayaan besar bagi koperasi syariah, termasuk Kopontren. Sejak 2020 hingga Oktober 2025, total pembiayaan mencapai Rp4,5 triliun.
“LPDB dari tahun 2020 sampai akhir Oktober 2025 telah menggulirkan Rp4,5 triliun, dengan skim simpan pinjam sebesar Rp3,2 triliun dan sektor riil sebesar Rp1,3 triliun,” ujar Deva.
Ia menilai penguatan ekonomi pesantren melalui sosialisasi dan bimtek merupakan strategi besar pemberdayaan ekonomi umat. Pesantren, menurutnya, sejak dulu memiliki peran besar dalam memajukan ekonomi masyarakat.
Deva menambahkan LPDB memberikan pemahaman regulasi koperasi, prasyarat pembiayaan, serta model bisnis produktif sebagai upaya meningkatkan kapasitas manajemen koperasi pesantren.
“Penyelenggaraan sosialisasi Bimtek ini bukan hanya silaturahmi, tetapi peningkatan kapasitas pondok pesantren dalam pembentukan koperasi dan pemahaman terhadap regulasi serta pembiayaan LPDB,” katanya.













