Mobil Tabrak Kerumunan di Italia: Pelaku Bersenjata Pisau Sempat Lukai Warga Sebelum Diringkus

JurnalPatroliNews – Jakarta – Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni, secara mendadak mengambil keputusan untuk membatalkan rencana kunjungan kerja kenegaraannya ke Siprus.

Meloni lebih memilih untuk langsung bertolak menuju ke Kota Modena guna menemui dan melihat langsung kondisi para korban dari insiden mengerikan sebuah mobil yang menabrak kerumunan pejalan kaki pada Minggu (17/5).

Melansir laporan resmi dari kantor berita AFP, langkah empati ini tidak hanya diambil oleh kepala pemerintahan, melainkan Presiden Italia, Sergio Mattarella, juga telah dijadwalkan untuk mengunjungi Kota Modena dalam waktu dekat demi memberikan dukungan moral kepada para korban.

Melalui sebuah pernyataan resmi yang diunggah pada akun media sosial X pribadinya, Giorgia Meloni melabeli insiden berdarah tersebut sebagai sebuah peristiwa yang sangat serius.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada sejumlah warga lokal yang dinilai bertindak sangat berani untuk mengejar serta menahan pergerakan pelaku di lokasi kejadian.

Meloni menegaskan keyakinannya bahwa sistem peradilan akan meminta pertanggungjawaban hukum secara penuh kepada pelaku atas aksi brutalnya.

Kondisi Korban dan Kronologi Aksi Brutal Pelaku Aksi penabrakan massal tersebut dilaporkan telah mengakibatkan sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka, di mana empat korban di antaranya saat ini berada dalam kondisi medis yang sangat serius. Bahkan, akibat fatalnya benturan, seorang korban perempuan terpaksa harus menjalani tindakan medis berupa amputasi pada kedua bagian kakinya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku penyerangan diketahui merupakan seorang pria berkebangsaan Italia keturunan Maroko.

Tersangka mengendarai mobilnya secara brutal dengan menabrak sejumlah pejalan kaki yang tengah melintas di trotoar, sebelum akhirnya laju kendaraan tersebut terhenti total setelah menghantam etalase sebuah toko dalam kecepatan yang sangat tinggi.

Pasca-tabrakan keras tersebut, pelaku sempat berupaya untuk melarikan diri dari kepungan massa. Namun, langkahnya berhasil dihentikan oleh warga yang sigap melakukan pengejaran. Saat posisinya terdesak, pelaku sempat mengeluarkan sebilah pisau dari balik pakaiannya dan melukai salah seorang warga yang mencoba menyergapnya.

Penyelidikan Motif dan Riwayat Gangguan Mental Prefek Kota Modena, Fabrizia Triolo, dalam sesi konferensi pers resminya membeberkan fakta mengenai latar belakang personal dari sang pelaku.

Berdasarkan catatan rekam medis yang dikantongi otoritas setempat, pelaku terdeteksi pernah mengalami masalah gangguan psikologis yang cukup berat pada tahun 2022 yang lalu.

Tersangka tercatat sempat menjalani program perawatan intensif di sebuah pusat kesehatan mental setempat akibat menderita gangguan skizoid.

Sementara itu, Wali Kota Modena, Massimo Mezzetti, menegaskan bahwa jajaran kepolisian dan pihak berwenang hingga saat ini masih terus mendalami dan menyelidiki secara komprehensif mengenai motif utama di balik aksi nekat tersebut.

Pihak pemerintah daerah merasa perlu memahami secara utuh faktor apa saja yang melatarbelakangi tindakan berbahaya ini.

Di panggung politik domestik, insiden ini langsung memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Pemimpin partai anti-imigran League Party, Matteo Salvini, secara khusus menyoroti latar belakang asal-usul keluarga pelaku.

Melansir laporan dari Reuters, Salvini secara terbuka menjuluki tersangka sebagai sosok kriminal generasi kedua, sebuah pernyataan yang kini memicu diskursus hangat di tengah masyarakat Italia.