JurnalPatroliNews – Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mematangkan strategi pengamanan arus mudik dan balik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Selain menyiapkan skema rekayasa lalu lintas, Korlantas Polri meluncurkan inovasi kampanye keselamatan melalui lagu berjudul “Mudik Tertib Ojo Kesusu” sebagai pengingat bagi para pengendara agar tidak tergesa-gesa di jalan raya.
Peluncuran jingle tersebut dilaksanakan di Jakarta pada Selasa (3/3/2026), bertepatan dengan peresmian tagline Operasi Ketupat 2026, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa tagline dan jingle ini merupakan instrumen edukasi agar masyarakat lebih riang gembira namun tetap waspada dalam menikmati perjalanan menuju kampung halaman.
Agus memaparkan bahwa persiapan Operasi Ketupat tahun ini mencakup pengawasan komprehensif di berbagai titik vital, mulai dari ruas jalan tol, jalur arteri, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, hingga destinasi wisata.
Fokus utama petugas tidak hanya pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga pada pencegahan tindak kriminalitas yang berpotensi meningkat selama masa libur lebaran.
Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan strategis, di antaranya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama PT Jasa Marga Muhammad Awaluddin, serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono.
Sinergi lintas sektoral ini dinilai sebagai kunci keberhasilan dalam menjaga keselamatan jutaan pemudik yang akan bergerak secara serentak.
Berdasarkan pemetaan Korlantas Polri, puncak arus mudik 2026 diprediksi terbagi dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret serta 28-29 Maret 2026.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan waktu keberangkatan dengan bijak guna menghindari penumpukan kendaraan di puncak arus tersebut.
Melalui lirik lagu “Mudik Tertib Ojo Kesusu”, Polri menitipkan pesan agar tertib berlalu lintas menjadi budaya, baik saat berangkat maupun kembali ke kota asal.
Keselamatan sampai tujuan menjadi prioritas utama agar momen lebaran dapat dinikmati bersama keluarga tanpa ada duka akibat kecelakaan di jalan raya.














