JurnalPatroliNews – Jepara – Kawasan wisata Air Terjun Watu Bobot di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, menjadi saksi bisu tragedi tenggelamnya dua orang remaja pada Sabtu (28/3) pagi.
Korban berinisial M (18) dan A (18), yang merupakan warga Desa Bawu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah upaya pencarian intensif oleh tim gabungan.
Insiden bermula sekitar pukul 08.30 WIB saat korban A sedang berenang di area air terjun. Secara tiba-tiba, A terlihat kesulitan dan mulai tenggelam.
Melihat rekannya dalam bahaya, M segera berupaya memberikan pertolongan, namun nahas, dirinya justru ikut terseret arus bawah yang kuat dan turut tenggelam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengonfirmasi bahwa proses evakuasi melibatkan tim penyelam dan penggunaan jangkar karena kondisi medan yang cukup menantang.
“Korban pertama (M) ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB di titik awal tenggelam dengan bantuan jangkar. Tak lama kemudian, pada pukul 12.13 WIB, tim penyelam berhasil menemukan korban kedua (A) dalam kondisi yang sama,” jelas Arwin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3).
Kendala Arus Bawah yang Kencang Arwin mengungkapkan bahwa kuatnya arus bawah di lokasi kejadian menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
Meskipun permukaan air tampak tenang, pusaran dan arus di bagian dalam air terjun sangat membahayakan bagi wisatawan yang tidak waspada.
Atas kejadian ini, BPBD Kabupaten Jepara mengeluarkan imbauan keras bagi para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata alam, terutama wisata air.
Masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan kedalaman air, kondisi bebatuan yang licin, serta keberadaan pusaran air yang seringkali tidak terlihat dari permukaan.
“Kami ingatkan pengunjung untuk selalu berhati-hati dan tidak lengah. Kondisi alam memiliki risiko yang tidak terduga, intinya jaga keselamatan,” tegas Arwin.














