Penggerebekan Pengoplosan LPG di Blora, Dalang Utama Berhasil Meloloskan Diri

JurnalPatroliNews | Blora – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora mengungkap praktik dugaan pengoplosan gas elpiji (LPG) bersubsidi di wilayah Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, aparat menyita ratusan tabung gas berbagai ukuran serta mengamankan sejumlah pekerja untuk dimintai keterangan.

Penggerebekan dilakukan di sebuah lokasi di Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, yang diduga dijadikan tempat pengoplosan LPG subsidi ke tabung non-subsidi.

Namun, saat petugas tiba di lokasi, pihak yang diduga sebagai pemilik sekaligus pengelola usaha ilegal tersebut berhasil melarikan diri sebelum dilakukan penangkapan.

Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin membenarkan adanya operasi penindakan tersebut. Meski demikian, ia belum bersedia membeberkan secara rinci hasil penyidikan karena proses hukum masih berjalan.

“Ya, kami mengamankan tabung elpiji di wilayah Kunduran. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi,” ujar AKP Zaenul Arifin, Rabu (15/7/2026).

Enam Pekerja Masih Berstatus Saksi

Sementara itu, Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Blora Ipda Iwan Nugroho menjelaskan, enam orang yang diamankan dari lokasi penggerebekan hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

Menurutnya, mereka diduga hanya bekerja di lokasi tersebut dan bukan merupakan pihak yang mengendalikan aktivitas pengoplosan.

“Enam orang sementara masih sebatas saksi karena mereka hanya pekerja,” katanya.

Ia menambahkan, orang yang diduga menjalankan bisnis pengoplosan berhasil melarikan diri sesaat sebelum petugas melakukan tindakan.

Hampir Seribu Tabung LPG Disita

Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita 969 tabung LPG, yang terdiri atas:

  • 824 tabung LPG subsidi ukuran 3 kilogram, dan
  • 145 tabung LPG non-subsidi berwarna ungu.

Selain itu, penyidik turut mengamankan dua unit truk serta sekitar lima hingga enam sepeda motor yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas operasional di lokasi tersebut.

Polisi Telusuri Jaringan Distribusi

Penyidik kini masih mendalami asal-usul tabung gas yang ditemukan di lokasi, termasuk kemungkinan adanya jaringan distribusi maupun pihak lain yang terlibat dalam praktik tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, seluruh tabung LPG yang diamankan diduga berasal dari luar wilayah Kabupaten Blora.

Polres Blora menegaskan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap aktor utama sekaligus jaringan distribusi yang diduga terlibat dalam praktik pengoplosan LPG bersubsidi yang merugikan negara dan masyarakat.

Komentar