JurnalPatroliNews – Jakarta – Perusahaan pengembangan nuklir asal Rusia, Rosatom, menyebut konsep pembangkit listrik tenaga nuklir terapung atau Floating Nuclear Power Unit sebagai salah satu solusi energi alternatif yang dinilai cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia.
Wakil Direktur Jenderal Solusi Energi Terapung Rosatom Mechanical Engineering LLC, Vladimir Aptekarev, mengatakan dengan ribuan pulau yang tersebar dan kebutuhan listrik yang terus meningkat, teknologi ini menawarkan berbagai keuntungan mulai dari fleksibilitas, efisiensi, hingga kecepatan implementasi.
Vladimir menjelaskan bahwa keunggulan utama pembangkit nuklir terapung terletak pada kecepatan dan kemudahan penerapan.
Berbeda dengan pembangkit nuklir berbasis darat yang membutuhkan lahan luas dan proses konstruksi panjang, model terapung dapat langsung dibangun dan dioperasikan tanpa kebutuhan lahan besar.
Pembangkit tersebut disebut dapat menjangkau daerah pedalaman, termasuk kawasan terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) yang hingga kini belum merasakan elektrifikasi secara optimal.
“Ini adalah cara tercepat dan termudah. Kecepatan penerapan, regulasi lebih cepat dan ringan. Kami bekerja di jaringan listrik yang terisolasi, yang sangat baik untuk kepulauan,” ujar Vladimir kepada BeritaSatu saat ditemui di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Terkait biaya, Vladimir menegaskan bahwa investasi untuk pembangkit nuklir terapung tergolong lebih rendah dibanding pembangkit berbasis darat.
Meski tidak menyebut angka detail, ia mengatakan nilai investasi akan sangat bergantung pada lokasi pemasangan.
Isu keamanan yang kerap menjadi perhatian publik juga dibahas. Menurut Vladimir, teknologi nuklir terapung Rosatom dirancang dengan standar keamanan tinggi dan berbasis pengalaman panjang dalam pengembangan reaktor nuklir.
Pembangkit listrik tenaga nuklir terapung tersebut dilengkapi sistem keselamatan berlapis dan mengikuti rekomendasi badan internasional seperti International Atomic Energy Agency (IAEA).
“Kami menggunakan sistem keamanan. Kami mengikuti semua rekomendasi IAEA. Dan kami memastikan desain, konstruksi, dan kerangka peraturan memungkinkan bahwa ini adalah pembangkit listrik tenaga nuklir yang sepenuhnya aman,” tutup Vladimir Aptekarev.














