Bantuan Tak Kunjung Datang, Massa Mengamuk dan Geruduk Gudang Bulog Sibolga

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ribuan warga terdampak longsor dan banjir bandang di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan aksi penjarahan di gudang logistik Bulog Sibolga pada Minggu (30/11/2025) sore.

Aksi ini diduga dipicu oleh terlambatnya penyaluran bantuan bahan pangan kepada masyarakat yang sudah enam hari bertahan tanpa suplai logistik memadai.

Sebelum menyerbu gudang Bulog, massa terlebih dahulu membongkar dan menggasak sejumlah logistik dari minimarket serta swalayan di dua wilayah tersebut.

Setelah logistik di toko-toko habis, ribuan warga kemudian bergerak menuju gudang Bulog Sibolga dan secara bersamaan merangsek masuk untuk mengambil berbagai bahan pangan.

Personel TNI yang berjaga berupaya melakukan penghalauan, namun jumlah massa yang membludak membuat aparat tidak mampu menahan dorongan warga. Situasi sempat tidak terkendali, sementara kepala Bulog Sibolga bersama sejumlah pegawainya hanya bisa menyaksikan dan menangis melihat pembobolan gudang tersebut.

Hingga hari keenam pascabencana, warga mengaku belum menerima bantuan logistik dari pemerintah daerah. Kondisi ini memicu keresahan dan kepanikan, terutama bagi keluarga yang kekurangan pasokan makanan.

Anggota DPRD Kota Sibolga, Herman Hulu, mengatakan aksi penjarahan tersebut menyebabkan arus lalu lintas macet parah hingga mencapai lima kilometer. Ia menilai keterlambatan distribusi bantuan menjadi salah satu pemicu kondisi sosial yang semakin tidak terkendali.

Sementara itu, Azhari Lubis, warga setempat, menyayangkan lambatnya respons pemerintah dalam menangani dampak bencana.

“Penjarahan ini tidak terlepas akibat kurang sigapnya pemerintah daerah dalam mengatasi bencana yang terjadi,” ujarnya.

Situasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah kini dalam pengawasan ketat aparat keamanan. Pemerintah daerah diminta segera melakukan langkah cepat untuk menyalurkan bantuan logistik secara merata guna menghindari terulangnya aksi serupa.