Tarif Hanya Rp 3.000, Kereta Khusus Petani-Pedagang Siap Bantu Ekonomi Warga!

JurnalPatroliNews – Jakarta – Setelah bertahun-tahun petani dan pedagang harus berdesakan dengan penumpang reguler saat mengangkut hasil bumi, PT Kereta Commuter Line Indonesia (KCI) bersama PT KAI meresmikan Kereta Khusus Petani dan Pedagang di lintasan KA Lokal Rangkasbitung–Merak.

Layanan ini mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 dan menjadi inovasi terbaru KAI Group untuk mendukung aktivitas para pelaku usaha kecil di wilayah Banten.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan bahwa gerbong khusus tersebut akan dirangkaikan dalam perjalanan harian Commuter Line Merak. Gerbong ini menyediakan 73 tempat duduk dengan 14 perjalanan pulang-pergi setiap hari.

“Untuk menggunakan gerbong khusus ini, petani dan pedagang wajib registrasi menggunakan kartu identitas dan mengisi formulir di loket stasiun sebelum mendapatkan Kartu Petani dan Pedagang,” ujar Karina Amanda dalam keterangan resmi, Minggu (30/11/2025).

Pemilik kartu petani dan pedagang mendapat sejumlah fasilitas tambahan, seperti pemesanan tiket mulai H-7 dan akses boarding dua jam lebih awal.

Meski demikian, masyarakat yang belum memiliki kartu tetap dapat membeli tiket pada hari keberangkatan selama kuota tersedia.

Untuk menjaga kenyamanan seluruh penumpang, KAI menetapkan aturan barang bawaan maksimal 2 koli dengan ukuran 100 × 40 × 30 cm.

Barang yang berbau menyengat, hewan ternak, dan bahan berbahaya dilarang dibawa masuk ke dalam gerbong.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar memastikan tarif layanan ini dipatok Rp 3.000 melalui skema subsidi public service obligation (PSO), sama seperti tarif Commuter Line Merak.

“Agar tidak membebani masyarakat, tarif layanan ini ditetapkan Rp 3.000,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian kereta telah melalui pengujian sesuai Permenhub Nomor 63 Tahun 2019 untuk memastikan faktor keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat. Arif berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan pedagang di wilayah Rangkasbitung–Merak.