Presiden Prabowo Soroti Kebocoran APBN: Uang Negara Ada di Mana-mana, Tapi Banyak yang ‘Hangus’

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah memiliki ruang yang sangat besar untuk melakukan penghematan anggaran negara.

Dalam forum diskusi “Presiden Prabowo Menjawab” di kediamannya, Hambalang, Bogor, Selasa (17/3/2026), Presiden mengungkapkan keyakinannya bahwa efisiensi pengelolaan keuangan dapat menyelamatkan dana hingga ratusan triliun rupiah.

“Uang kita ada di mana-mana. Pemerintahan saya bisa menghemat Rp300 triliun, dan di akhir tahun pertama ada tambahan Rp200 triliun lagi. Total Rp500 triliun,” ujar Presiden Prabowo.

Menyoroti Kebocoran APBN dan ICOR Presiden menjelaskan bahwa salah satu indikator potensi penghematan terlihat dari Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yang menurutnya menggambarkan adanya dana yang “hangus” atau bocor.

Ia mengestimasi sekitar 30 persen dari total APBN sebesar Rp3.700 triliun mengalami kebocoran.

“Jika kita bisa menekan 10 persen saja dari kebocoran tersebut, nilainya sudah mencapai Rp300 triliun. Uangnya itu sebetulnya ada,” tutur Presiden Prabowo menekankan pentingnya produktivitas anggaran.

Langkah Nyata Realokasi dan Efisiensi Menanggapi kekhawatiran terkait defisit APBN, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam.

Berbagai upaya telah disiapkan, mulai dari penurunan konsumsi hingga peningkatan produksi biodiesel sebesar 100 gigawatt. Langkah-langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi sebelum kondisi krisis terjadi.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan realokasi anggaran dalam jumlah yang sangat signifikan.

  • Total Realokasi: Mendekati Rp800 triliun (sekitar 70 miliar dolar AS).
  • Efisiensi Tambahan: Berhasil mengidentifikasi penghematan tambahan sekitar Rp81 triliun atas perintah langsung Presiden.

Presiden Prabowo memastikan bahwa tim menteri yang dimilikinya saat ini cukup solid untuk mengeksekusi langkah-langkah efisiensi dan realokasi anggaran tersebut demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.