Program Entreprenuer Hub ini banyak menggandeng kampus atau perguruan tinggi di berbagai wilayah di Indonesia karena KemenKopUKM ingin mendorong tumbuhnya wirausahawan muda yang terdidik sehingga memiliki daya saing yang tinggi. Melalui program ini, generasi muda tidak perlu lagi bergantung pada lapangan kerja yang disediakan oleh pemerintah atau swasta, melainkan mampu mandiri menciptakan lapangan kerja.
“Kami konsern menggandeng kampus-kampus dengan program ini untuk melahirkan entrepreneur baru sebagai sumber ekonomi baru sebab hasil riset menunjukkan bahwa 75 persen anak muda ingin jadi pengusaha,” kata MenKopUKM Teten Masduki.
Program kewirausahaan berbasis kampus ini dinilai potensial mendongkrak kemampuan pendapatan perkapita karena basis usaha yang dibangun berdasarkan hasil riset atau penelitian yang kerap dipadukan dengan teknologi.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dengan target pendapatan perkapita sebesar 30.300 dolar AS di tahun 2045 dari posisi saat ini yang berada di level 4.191 dolar AS per kapita per tahun sesuai data yang dicanangkan Bappenas.
“Nah bagaimana kita bisa mencapai itu apabila level usaha kita masih didominasi sektor mikro,” kata Menteri Teten.
Menteri Teten berharap melalui program Entrepreneur Hub ini para mahasiswa yang ingin menjadi wirausaha dapat difasilitasi dengan berbagai program pendampingan hingga inkubasi bisnis oleh kampusnya. Bahkan apabila dimungkinkan tugas akhir dari mahasiswa dapat diubah tidak lagi berupa karya tulis melainkan bentuk nyata dari bisnis yang telah dirintis.
“Saya kira Universitas Warmadewa dapat menyediakan program ini, jadi kalau yang mau jadi pebisnis begitu masuk dia harus sudah mempunyai business plan lalu oleh kampus dibina secara intensif hingga menjadi pengusaha. Nah ini bisa dilakukan jika kurikulumnya juga mendukung,” ucap Menteri Teten.














