Rusia Targetkan Transportasi Sipil, Ukraina Sebut Sebagai Upaya Sengaja Tebar Teror

JurnalPatroliNews – Jakarta -Pemerintah Ukraina melaporkan adanya peningkatan serangan sistematis yang dilakukan oleh militer Rusia terhadap infrastruktur kereta api nasional dalam 24 jam terakhir.

Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, mengungkapkan bahwa jalur logistik dan transportasi warga sipil menjadi sasaran utama drone Rusia guna melumpuhkan pergerakan masyarakat.

Menurut Svyrydenko, serangan bertubi-tubi ini merupakan tindakan teror yang disengaja karena menargetkan fasilitas publik yang tidak memiliki fungsi militer langsung.

Dalam kurun waktu satu hari saja, tercatat sedikitnya tujuh serangan drone telah menghantam berbagai fasilitas rel kereta api di sejumlah wilayah Ukraina.

Serangan ini dinilai sebagai upaya intensional untuk memutus konektivitas warga dan mengganggu distribusi kebutuhan pokok ke berbagai penjuru negeri.

Pihak Ukraina menegaskan bahwa Rusia secara sadar memilih infrastruktur transportasi sipil sebagai objek serangan untuk menciptakan kepanikan dan penderitaan di kalangan penduduk non-kombatan.

Insiden paling tragis dilaporkan terjadi di wilayah timur laut Kharkiv pada Selasa dini hari. Sebuah drone peledak Rusia menghantam gerbong kereta yang saat itu sedang mengangkut hampir 200 penumpang. Dampak dari serangan maut tersebut mengakibatkan sedikitnya lima orang warga sipil tewas di lokasi kejadian.

Tragedi ini menjadi bukti nyata dari ancaman berkelanjutan yang dihadapi oleh para komuter di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan garis depan pertempuran.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memberikan respons keras melalui media sosial resminya terkait jatuhnya korban jiwa dalam gerbong kereta tersebut.

Zelensky menegaskan bahwa pembunuhan terhadap warga sipil yang sedang bepergian menggunakan kereta api tidak akan pernah bisa dibenarkan dengan alasan militer apa pun.

Pemerintah Ukraina kini mendesak komunitas internasional untuk meningkatkan tekanan diplomatik dan bantuan sistem pertahanan udara guna melindungi jalur-jalur logistik krusial dari serangan udara Rusia yang kian membabi buta.