JurnalPatroliNews – Sukabumi – Perjuangan melawan penyakit mematikan seperti kanker bukan hanya soal ketahanan fisik, melainkan juga ketahanan ekonomi dan mental. Bagi Tika Kartika, warga asal Bogor, diagnosis kanker yang menimpanya sempat menjadi awan gelap yang menutup harapan masa depannya.
Namun, melalui pendampingan intensif dari Sentra Phalamartha Sukabumi di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos), Tika kini mulai menapaki jalan baru menuju kemandirian.
Hidup Tika berubah drastis saat ia menemukan tiga benjolan di sekitar payudaranya. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, beban biaya kontrol rutin hingga tindakan operasi menjadi rintangan besar yang sulit ia pikul seorang diri.
Di tengah keputusasaan tersebut, layanan rehabilitasi sosial dari Sentra Phalamartha hadir memberikan bantuan biaya kesehatan yang mencakup pengobatan bulanan di Rumah Sakit Santosa Bandung hingga dukungan penuh untuk tindakan operasi.
“Kalau bukan karena bantuan dari sini, saya tidak tahu apakah saya masih ada di dunia ini atau bagaimana. Saat itu saya benar-benar bergantung sepenuhnya pada Sentra Phalamartha,” ujar Tika dengan nada penuh syukur saat ditemui di Sukabumi, Kamis (19/3/2026).
Komitmen Kemensos tidak berhenti pada aspek medis semata. Untuk memastikan Tika dapat kembali berdaya secara ekonomi, ia difasilitasi dengan program kewirausahaan di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Phalamartha.
Melalui wadah ini, Tika diberikan ruang untuk berjualan dan mengelola usaha kecilnya sendiri sebagai bagian dari pemulihan mental dan pemberdayaan sosial.
Saat ini, Tika tinggal di asrama Sentra Phalamartha untuk memastikan proses pendampingan berjalan optimal dan berkelanjutan. Kisah Tika menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi mampu membantu kelompok rentan bangkit dari ujian hidup yang paling berat sekalipun.














