Diskon Transportasi Besar-besaran! Pemerintah Genjot Belanja Nataru Rp 116 T

JurnalPatroliNews – Jakarta –Pemerintah menargetkan belanja masyarakat dapat mencapai Rp 116 triliun selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa proyeksi tersebut berasal dari rangkaian program belanja yang digelar sejak Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Salah satu program utama adalah Hari Belanja Nasional (Harbolnas) yang berlangsung pada 10–16 Desember, dengan estimasi transaksi mencapai Rp 33 triliun hingga Rp 34 triliun.

Program berikutnya adalah “Belanja di Indonesia Aja” yang digelar pada 18 Desember hingga 4 Januari 2026, dengan target transaksi sekitar Rp 30 triliun.

Selain itu, pemerintah mengandalkan kontribusi dari program Epic Sale di gerai minimarket yang berlangsung sepanjang 1–31 Desember. Program ini diproyeksikan mampu menyumbang transaksi hingga Rp 56 triliun.

“Dari program belanja itu diharapkan spending masyarakat pada bulan Januari sebesar Rp 116 triliun,” ujar Airlangga usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Airlangga juga melaporkan perkembangan akselerasi belanja pemerintah menjelang akhir tahun. Hingga saat ini, realisasi belanja telah mencapai 70% dan ditargetkan mampu menembus 95% pada akhir 2025.

Fokus belanja diarahkan pada program strategis seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, hingga pengadaan listrik pedesaan.

Di sisi lain, pemerintah mempersiapkan sejumlah stimulus untuk mendukung mobilitas masyarakat selama Nataru, terutama melalui serangkaian diskon transportasi umum.

Diskon tarif kereta api sebesar 30% berlaku pada 22 Desember–10 Januari dengan target 1,509 juta penumpang. Untuk angkutan laut, pemerintah memberikan diskon 20% pada periode 17 Desember–10 Januari dengan target 405.881 penumpang.

Selain itu, terdapat diskon 100% tarif jasa kepelabuhanan atau setara potongan 19% dari tarif terpadu dengan target 227.560 penumpang dan 491.776 kendaraan.

Diskon tiket pesawat juga diberikan dengan kisaran 13–14%, ditargetkan dapat menarik 3,5 juta penumpang. Sementara untuk tarif jalan tol, pemerintah menyiapkan potongan antara 10–20%.

Serangkaian program belanja dan insentif tersebut diharapkan dapat mendongkrak konsumsi masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025 dan awal 2026.