Tim Gabungan Temukan Jenazah Agus Sutisna di Aliran Sungai Citalugtug Banjaran

JurnalPatroliNews – Jakarta – Upaya pencarian terhadap Agus Sutisna (50), petugas keamanan (satpam) SMAN 1 Banjaran yang dilaporkan hilang terseret arus di Sungai Cibanjaran, Kabupaten Bandung, berakhir duka.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan pada Kamis (16/4) pagi, setelah dilaporkan hanyut saat berusaha menyelamatkan seorang warga.

Kapolsek Banjaran, AKBP Sudi Hartono, mengonfirmasi bahwa penemuan jasad korban berjarak cukup jauh dari lokasi awal kejadian. Jenazah Agus ditemukan di aliran Sungai Citalugtug, tepatnya di wilayah Kampung Cipaku, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran.

“Kami bersama tim gabungan dan masyarakat melakukan upaya pencarian sejak Rabu sore. Pencarian terus dilakukan secara intensif hingga akhirnya korban ditemukan keesokan harinya dalam keadaan meninggal dunia,” ujar AKBP Sudi Hartono.

Kronologi Kejadian Peristiwa tragis ini bermula pada Rabu (15/4) sore, ketika seorang remaja bernama Ginasya Lintang Sari (19) tengah berjalan di atas pondasi pinggir Sungai Cibanjaran. Diduga akibat debit air yang tinggi dan arus deras, pondasi tersebut tergerus hingga roboh, menyebabkan Ginasya terjatuh ke dalam sungai.

Ayah korban bersama beberapa warga sekitar sempat berupaya melakukan pertolongan secara langsung, namun terkendala derasnya arus. Agus Sutisna, yang saat itu berada di lokasi, secara spontan turut terjun membantu aksi penyelamatan. Naas, derasnya air justru menyeret Agus hingga hilang dari pandangan warga.

Jasad Ginasya sendiri telah ditemukan lebih awal di sekitar Jembatan Bojong Sereh pada hari kejadian, juga dalam kondisi meninggal dunia.

Imbauan Keamanan Setelah dievakuasi, jenazah Agus Sutisna langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Pintusari, Desa Banjaran. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di pemakaman keluarga di wilayah Baros, Kecamatan Arjasari.

Menyikapi kejadian ini, AKBP Sudi Hartono memberikan peringatan keras kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di dekat aliran sungai, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar sangat berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, apalagi saat debit air meningkat.

Jangan mengambil risiko besar tanpa peralatan dan kemampuan yang memadai. Jika terjadi situasi darurat, segera lapor petugas agar penanganan dilakukan secara profesional dan aman,” pungkasnya.