Tinjau Magang Nasional di Medan, Menaker Minta Perusahaan Beri Tugas Relevan bagi Lulusan S1

JurnalPatroliNews – Medan -Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan catatan penting terkait pelaksanaan program magang nasional.

Ia menekankan agar perusahaan lebih selektif dan proporsional dalam memberikan penugasan kepada peserta magang, dengan menyesuaikannya terhadap latar belakang pendidikan masing-masing.

Hal tersebut ditegaskan Yassierli saat meninjau langsung pelaksanaan Magang Nasional 2025 di Rumah Sakit (RS) Bunda Thamrin, Medan, Rabu (22/4).

Menurutnya, kesesuaian tugas sangat menentukan efektivitas proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi peserta secara optimal.

Dalam tinjauan tersebut, Menaker menemukan adanya peserta magang lulusan sarjana (S1) yang penugasannya dinilai belum mencerminkan tingkat pendidikannya.

Ia memandang kondisi ini sebagai peluang yang hilang jika peserta tidak mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan kapasitas intelektual mereka.

“Kepada jajaran direksi rumah sakit, saya minta tolong fasilitasi adik-adik ini untuk belajar dengan benar. Untuk lulusan S1, sebaiknya diberikan tugas yang lebih menggambarkan tingkat pendidikan dan kompetensi mereka,” ujar Yassierli.

Pesan untuk Peserta: Disiplin dan Manfaatkan Peluang

Selain memberikan imbauan kepada pihak manajemen, Yassierli juga mengingatkan para peserta magang agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia menegaskan bahwa masa magang adalah jembatan krusial menuju dunia kerja yang sesungguhnya.

“Masa magang harus dijalani secara serius, disiplin, dan bertanggung jawab. Ini adalah sarana penguatan kompetensi agar kalian benar-benar siap saat memasuki dunia kerja nanti,” tambahnya.

Capaian Magang di RS Bunda Thamrin

Pelaksanaan Magang Nasional 2025 di rumah sakit tersebut diikuti oleh 48 peserta yang terbagi dalam batch 2 dan batch 3. Mereka ditempatkan di berbagai unit layanan strategis, yang terdiri dari:

  • 27 tenaga perawat.
  • 13 teknisi listrik dan AC.
  • 8 petugas resepsionis.

Kabar baiknya, sejumlah peserta dilaporkan telah mendapatkan tawaran untuk bergabung sebagai karyawan tetap oleh pihak manajemen rumah sakit sebelum masa magang berakhir.

Yassierli berharap capaian ini menjadi motivasi bagi balai pelatihan dan perusahaan lain untuk terus meningkatkan kualitas program magang sebagai solusi nyata penyediaan tenaga kerja terampil.