JurnalPatroliNews – Jakarta – Ribuan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menggelar demonstrasi di sekitar Istana Merdeka dan gedung DPR Jakarta, Senin (24/11/2025).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kenaikan upah minimum 2026 yang ditetapkan pemerintah, yang disebut hanya naik rata-rata Rp 90.000 per bulan.
Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, menyebutkan bahwa rata-rata upah minimum di 38 provinsi Indonesia tidak lebih dari Rp 3 juta per bulan.
Menurutnya, kenaikan yang hanya berada di kisaran Rp 90.000 itu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak pekerja. “Itu sangat kecil dan tidak mencukupi kebutuhan pekerja,” ujarnya.
Di Jakarta, diperkirakan sekitar 15.000 buruh terlibat dalam aksi tersebut. Demonstrasi serupa juga berlangsung di sejumlah kota besar lainnya, seperti Bandung di kawasan Gedung Sate, Serang di kantor Gubernur Banten, dan Semarang di kantor Gubernur Jawa Tengah.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menjelaskan bahwa polisi telah menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan.
“Setiap aktivitas unjuk rasa kita harap arus lalu lintas tetap lancar. Rekayasa hanya diterapkan jika jalan benar-benar tertutup,” katanya.
Apabila massa menutup jalan di sekitar Istana Merdeka, arus lalu lintas akan dialihkan menuju Medan Merdeka Selatan dari arah Patung Kuda hingga Kedutaan Besar Amerika Serikat. Skema serupa juga diberlakukan untuk aksi di sekitar gedung DPR.
Polisi menyiapkan pengalihan arus dan pos pengamanan di titik-titik aksi untuk menjaga ketertiban. Meski demikian, pengendara masih diperbolehkan melintas selama jalur tidak sepenuhnya ditutup oleh massa demonstran.
Aksi ini menjadi bagian dari gerakan nasional KSPI dan Partai Buruh dalam menuntut upah yang lebih layak serta menolak kebijakan pemerintah yang dianggap kurang berpihak pada pekerja.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi rekayasa lalu lintas agar perjalanan tetap lancar selama demonstrasi berlangsung.














