JurnalPatroliNews – Jakarta – Peristiwa meninggalnya seorang murid sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga terkait tekanan ekonomi keluarga menuai keprihatinan luas. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menilai kejadian tersebut mencerminkan lemahnya kepekaan dan sistem deteksi dini terhadap persoalan sosial di masyarakat.
Cak Imin meminta pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar lebih responsif dalam membaca kondisi sosial yang dihadapi warga, terutama anak-anak usia sekolah yang rentan terdampak persoalan ekonomi.
“Saya sudah meminta seluruh jajaran pemerintah, pusat dan daerah, serta masyarakat, untuk lebih terbuka dan peka terhadap kondisi di sekelilingnya,” kata Cak Imin usai bertemu Presiden Prabowo Subianto bersama pengurus PKB di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menilai tragedi tersebut sangat menggugah nurani, terlebih jika dipicu oleh persoalan mendasar yang seharusnya dapat dicegah melalui komunikasi yang baik antara warga dan pemerintah.
Menurutnya, berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat—mulai dari masalah ekonomi hingga kebutuhan pendidikan—perlu segera disampaikan agar bisa ditangani secara cepat.
“Kalau ada kesulitan ekonomi, utang, atau kebutuhan pendidikan seperti perlengkapan sekolah, sampaikan. Negara harus hadir dan bergerak cepat,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, seorang anak berinisial YBR (10), siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, ditemukan meninggal dunia pada Kamis, 29 Januari 2026. Dugaan sementara, korban mengalami tekanan akibat keterbatasan ekonomi keluarga, termasuk kesulitan memenuhi kebutuhan sekolah.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh latar belakang kejadian tersebut.














