Pernyataan Trump Soal Sanksi ke Rusia Tekan Harga Minyak Dunia

JurnalPatroliNews – New York, — Harga minyak global kembali mengalami tekanan setelah pernyataan tegas dari Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan sanksi terhadap negara-negara yang tetap membeli minyak dari Rusia.

Pada penutupan perdagangan Senin (14/7) waktu setempat, harga minyak merosot lebih dari satu persen.

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent turun sebesar 1,15 dolar AS atau sekitar 1,63%, ditutup pada level 69,21 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), terkoreksi lebih dalam, yakni 1,47 dolar AS atau 2,15%, menjadi 66,98 dolar AS per barel.

Pelemahan ini terjadi usai Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi tambahan bagi negara-negara yang masih mengimpor minyak Rusia jika Moskow tidak menyetujui rencana perdamaian dengan Ukraina dalam waktu 50 hari ke depan.

Trump juga mengumumkan akan mengirim sistem senjata baru, termasuk rudal Patriot, untuk memperkuat pertahanan Ukraina.

Di awal sesi, harga minyak sempat menguat didorong spekulasi bahwa sanksi penuh dari AS terhadap ekspor minyak Rusia akan segera diberlakukan. Namun, antusiasme itu berbalik arah ketika pelaku pasar menyadari bahwa kemungkinan penerapan sanksi secara langsung masih bersifat spekulatif.

“Pasar membaca bahwa masih ada ruang untuk negosiasi, sehingga ancaman sanksi belum langsung menimbulkan efek bullish,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Sementara itu, Bob Yawger dari Mizuho memperkirakan bahwa Washington tidak akan gegabah menjatuhkan tarif penuh terhadap negara mitra dagang besar seperti China, karena dikhawatirkan akan memicu kenaikan inflasi di AS. Diketahui, China dan India merupakan dua negara pengimpor utama minyak Rusia saat ini.

Data industri terbaru menunjukkan ekspor minyak Rusia melalui jalur laut pada Juni 2025 mengalami penurunan 3,4% dibanding bulan sebelumnya, dengan total pengiriman mencapai 8,98 juta metrik ton.

Di sisi lain, tekanan global terhadap Moskow terus meningkat. Di AS, RUU bipartisan mengenai sanksi tambahan terhadap Rusia mulai mendapat dukungan luas di Kongres.

Sementara itu, negara-negara Uni Eropa dilaporkan hampir menyepakati paket sanksi ke-18, yang mencakup pembaruan terhadap batas harga minyak Rusia yang diberlakukan sebelumnya.