JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepala Eksekutif Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap portofolio investasinya dan mulai memprioritaskan penanaman modal di dalam negeri.
“Ke depan, kita akan arahkan sekitar 80 persen investasi untuk proyek-proyek di Indonesia, sementara hanya 20 persen yang dipertimbangkan untuk luar negeri,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/7).
Menurut Rosan, investasi ke luar negeri tetap akan dilakukan namun secara selektif, dengan mempertimbangkan sejumlah faktor penting seperti potensi alih teknologi serta peluang penciptaan lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia.
Ia menegaskan bahwa semua keputusan investasi harus membawa manfaat ekonomi yang jelas bagi tanah air, termasuk dari sisi imbal hasil.
“Kami akan pastikan bahwa return investasi harus melebihi cost of capital yang telah kami tetapkan sebagai acuan,” tambahnya.
Kebijakan ini mencerminkan komitmen Danantara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui strategi investasi yang terarah dan berdampak jangka panjang.














