JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyatakan siap menindaklanjuti berbagai kejadian khusus yang muncul selama pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua 2024 yang digelar pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota Bawaslu RI, Puadi, yang hadir langsung memantau jalannya PSU di lapangan. Ia menegaskan bahwa segala bentuk insiden atau dinamika yang terjadi saat pemungutan suara dicatat sebagai temuan awal oleh pengawas pemilu di daerah.
“Seluruh pengawas kami di lapangan sudah diinstruksikan untuk mendokumentasikan kejadian-kejadian khusus. Nantinya, hal itu akan dianalisis lebih lanjut apakah mengandung unsur pelanggaran atau tidak,” ujar Puadi dalam keterangannya, Kamis (7/8).
Proses klarifikasi terhadap temuan itu masih berlangsung, dan Puadi menyebut pihaknya masih menunggu laporan hasil pengawasan dari Bawaslu Provinsi Papua serta jajaran di sembilan kabupaten/kota tempat PSU digelar.
“Kami masih dalam tahap pendalaman dan evaluasi,” imbuhnya, sambil menambahkan bahwa hasil resmi dari pengawasan akan segera diumumkan ke publik setelah seluruh data masuk.
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu RI itu menegaskan bahwa tindak lanjut terhadap setiap temuan merupakan bentuk komitmen lembaganya dalam menjaga integritas proses demokrasi.
Dua Paslon Bertarung di PSU dan Ribuan Petugas Amankan TPS
PSU Pilgub Papua tahun ini mempertemukan dua pasangan calon:
- Benhur Tomi Mano – Constant Karma (Nomor urut 1)
- Matius Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Nomor urut 2)
Pemungutan suara digelar khusus di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua dengan jumlah pemilih sekitar 750.000 orang yang tersebar di 2.023 Tempat Pemungutan Suara (TPS).














