Kemendagri dan Lemhannas Gelar Kursus Wawasan Kebangsaan untuk Kader Parpol

JurnalPatroliNews – Jakarta – Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggandeng Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI untuk mengadakan kursus penguatan wawasan kebangsaan bagi jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik.

Direktur Jenderal Polpum, Bahtiar, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali kader partai dengan pemahaman kebangsaan yang kokoh, guna menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan persaingan global yang semakin ketat.

“Jika para kader dan pengurus partai memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, permasalahan bangsa akan lebih mudah diatasi,” ujarnya di Jakarta, Minggu.

Bahtiar menegaskan, semangat persatuan dapat terjaga dengan memperkuat “tenun keberagaman” yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, ideologi dan wawasan kebangsaan adalah perekat utama yang membuat negara besar dengan keberagaman luar biasa ini tetap berdiri kokoh.

“Tidak mungkin bangsa sebesar dan seplural ini bisa terus bertahan tanpa ikatan ideologi yang menyatukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh elemen bangsa, mulai dari masyarakat sipil, publik, kader partai, aparatur pemerintah, hingga organisasi kemasyarakatan (ormas), memiliki peran penting untuk memelihara keberagaman dalam bingkai ideologi nasional. Bahtiar berharap program kursus ini dapat berlanjut dengan melibatkan Lemhannas serta berbagai lembaga kredibel untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Tenaga Ahli Profesional Lemhannas RI, Vita DD Soemarno; Akademisi UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno; serta Peneliti Senior BRIN, Moch. Nurhasyim.

Dalam pemaparannya, Adi Prayitno mengungkapkan bahwa Indonesia sempat mengalami kemunduran demokrasi pada periode 2016–2020, berdasarkan data dari The Economist Intelligence Unit (EIU), Freedom House, dan V-Dem Institute. Meski demikian, tren perbaikan mulai terlihat pada 2021–2022.

“Kabar baiknya, kemunduran demokrasi di Indonesia tidak separah di banyak negara lain, dan masih ada elit serta partai politik yang berkomitmen menjaga demokrasi,” jelas Adi.