Sentra Fauna dan Kuliner di Lenteng Agung Hampir Rampung, Jadi Rumah Baru Pedagang Pasar Barito

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah merampungkan pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Kawasan ini dipersiapkan sebagai lokasi relokasi bagi pedagang Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan progres pembangunan sudah terlihat jelas. “Kan sudah dibangun,” ujarnya saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (28/9). Meski begitu, Rano belum bisa memastikan apakah proyek tersebut rampung Oktober mendatang. “Mudah-mudahan,” tambahnya singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengungkapkan bahwa pembangunan fisik kios sudah mencapai 85 persen. Dari total 125 unit kios, sebanyak 119 di antaranya sudah berdinding, sedangkan enam kios lain masih dalam tahap pemasangan pondasi.

“Pekerjaan berikutnya termasuk pembangunan prasarana pendukung seperti gerbang, taman, tangga, turap, hingga fasilitas lain ditargetkan selesai akhir bulan ini,” jelas Elisabeth dalam keterangan resminya.

Kawasan ini nantinya akan dibagi dalam beberapa zona:

  • Zona A: 22 kios khusus kuliner
  • Zona C & D: 74 kios pedagang burung dan pakan hewan
  • Zona E: 29 kios parcel dan kuliner tambahan
    Sedangkan Zona B yang direncanakan untuk amphitheater masih menunggu tahap pembangunan.

Selain kios, kawasan ini juga akan dilengkapi area parkir, ruang edukasi, panggung seni budaya, dan fasilitas publik lainnya. “Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta diharapkan jadi ruang publik yang lebih higienis, ramah keluarga, sekaligus destinasi baru yang lebih menarik dibanding Pasar Barito,” tutur Elisabeth.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa relokasi pedagang Barito dimulai sejak 3 Agustus 2025. Pemindahan ini merupakan bagian dari rencana penggabungan tiga taman kota—Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser—yang ditandai dengan peletakan batu pertama pada 8 Agustus lalu.