Google Kucurkan Rp85 Triliun untuk Perluas Pusat Data di Belgia

JurnalPatroliNews – Jakarta – Raksasa teknologi Amerika Serikat, Google, akan menanamkan investasi sebesar 5 miliar euro atau sekitar Rp85 triliun untuk memperluas pusat data di Saint-Ghislain, Hainaut, Belgia, pada periode 2026–2027.

Fasilitas baru ini dirancang untuk memperkuat performa layanan utama Google seperti Penelusuran dan Maps, sekaligus menjadikan Belgia sebagai salah satu pusat digital penting di kawasan Eropa.

Langkah ekspansi tersebut diperkirakan akan menciptakan 300 lapangan kerja penuh waktu dan sekitar 15.000 posisi tidak langsung setiap tahunnya melalui mitra serta pemasok lokal.

Untuk mengisi posisi di pusat data baru, Google kini membuka lowongan bagi spesialis TI, teknisi, dan staf keamanan.

“Demi menjaga daya saing Belgia, penting bagi perusahaan untuk mengadopsi kecerdasan buatan (AI),” ujar Tom De Block, Country Manager Google Belux, dikutip dari Belga News Agency, Kamis, 9 Oktober 2025.

Dengan perluasan ini, lembaga publik Belgia dapat menyimpan data secara lokal, meningkatkan keamanan sekaligus memperkuat kedaulatan digital negara tersebut.

Langkah ini juga menjawab meningkatnya kekhawatiran tentang perlindungan data di Eropa.

Untuk memastikan operasional yang ramah lingkungan, Google menjalin kerja sama dengan Eneco, Luminus, dan Renner dalam pengembangan kapasitas energi angin dan surya sebesar 110 megawatt di Belgia.

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen global Google untuk mencapai netral karbon pada tahun 2030.

Sejak mendirikan pusat data pertamanya di Saint-Ghislain, Google telah menginvestasikan lebih dari 11 miliar euro atau sekitar Rp187 triliun di Belgia dan kini mempekerjakan sekitar 600 orang di wilayah Hainaut.