Menkeu Purbaya Tegur Pemda: “Belanja Jangan Tunggu Akhir Tahun!”

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti rendahnya serapan belanja pemerintah daerah yang membuat dana mengendap di perbankan mencapai Rp234 triliun. Ia menegaskan bahwa lambatnya eksekusi anggaran menjadi salah satu penyebab lesunya ekonomi di tingkat daerah.

“Ini bukan soal uangnya tidak ada, tetapi soal kecepatan eksekusi,” tegas Menkeu Purbaya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Menurut Purbaya, hingga triwulan III tahun ini realisasi belanja APBD baru mencapai Rp712,8 triliun atau sekitar 51,3 persen dari total pagu Rp1.389 triliun. Capaian ini lebih rendah 13,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

“Yang saya khawatirkan, belanja produktif seperti belanja modal malah turun lebih dari 31 persen. Padahal itu yang langsung berdampak ke pembangunan dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Selain belanja modal, belanja barang dan jasa juga tercatat turun 10,5 persen, sementara belanja lainnya anjlok hingga 27,5 persen. Kondisi ini, kata Purbaya, menunjukkan adanya perlambatan eksekusi anggaran yang berimbas pada perputaran ekonomi daerah.

Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak membiarkan dana mengendap di rekening bank, terlebih di bank-bank besar yang berlokasi di pusat. Dana tersebut, menurutnya, lebih bermanfaat bila ditempatkan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menjaga likuiditas dan mendukung pembiayaan sektor riil di wilayah masing-masing.

“Kalau uangnya di pusat, daerah jadi kering. Pelaku usaha di daerah tidak bisa mendapatkan pinjaman,” ujar Purbaya.

Menkeu juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan transfer ke daerah sebesar Rp644,9 triliun atau 74,2 persen dari pagu nasional. Dana itu seharusnya segera dimanfaatkan untuk program pembangunan yang produktif dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Uangnya sudah ada, jangan tunggu akhir tahun. Gunakan segera untuk belanja yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Purbaya.