Wall Street Menguat, Laporan Keuangan Positif Dorong Reli Saham Teknologi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (24/10/2025) waktu setempat. Kenaikan ini dipicu oleh optimisme investor terhadap laporan keuangan sejumlah perusahaan besar yang melampaui ekspektasi pasar, terutama di sektor teknologi.

Indeks S&P 500 naik 0,58% ke posisi 6.738,44, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 144,20 poin atau 0,31% menjadi 46.734,61.

Nasdaq Composite mencatat kenaikan tertinggi, melonjak 0,89% ke level 22.941,80 berkat performa saham-saham raksasa teknologi seperti Nvidia, Broadcom, dan Amazon.

Kenaikan ini menandai pemulihan penuh S&P 500 setelah sempat melemah sekitar 0,5% pada sesi sebelumnya. Saat itu, Dow Jones turun 334 poin atau 0,7%, dan Nasdaq terkoreksi 0,9% karena pergeseran investor dari aset berisiko.

Sempat terjadi tekanan jual usai pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mengonfirmasi rencana Gedung Putih untuk membatasi ekspor perangkat lunak penting ke China. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari rencana pemerintahan Donald Trump yang akan diberlakukan mulai 1 November.

“Jangan abaikan tren pasar bullish hanya karena volatilitas jangka pendek. Segelintir saham teknologi memang memimpin reli, tetapi kita akan segera melihat bagaimana ratusan perusahaan global mendapat manfaat dari produktivitas kecerdasan buatan,” ujar Presiden Reflexivity, Giuseppe Sette, dikutip dari Reuters.

Investor kini menanti laporan keuangan lanjutan dari sejumlah emiten besar yang diyakini akan menentukan arah pasar ke depan.

Tesla menjadi salah satu pemicu optimisme setelah sahamnya naik 2%, sementara IBM turut menguat setelah melampaui ekspektasi Wall Street.

Menurut data FactSet, lebih dari 80% perusahaan yang termasuk dalam indeks S&P 500 telah melaporkan kinerja di atas perkiraan analis.

Selain laporan keuangan, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat pada Jumat (25/10/2025). Data tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih jelas tentang arah kebijakan moneter menjelang pertemuan Federal Reserve pada akhir Oktober.