Sudah 3 Hari Air PAM Jaya Tak Mengalir di Johar Baru, Warga Menjerit

JurnalPatroliNews – Jakarta – Sudah tiga hari terakhir, warga di kawasan Jalan Percetakan Negara, Johar Baru, Jakarta Pusat, harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih setelah pasokan dari PAM Jaya terhenti sejak Jumat (31/10/2025).

Hingga Minggu (2/11/2025), aliran air belum kembali normal, menyebabkan aktivitas harian warga terganggu.

Ketiadaan air membuat banyak warga bergantung pada air galon dan air isi ulang untuk kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak. Beberapa warga mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan setiap hari hanya untuk membeli air bersih.

Amalia Kiki (33), warga Johar Baru, mengatakan dirinya terpaksa membeli air galon karena aliran PAM Jaya hanya sempat mengalir sebentar pada Sabtu (1/11/2025) dini hari.

“Kemarin lebih parah, airnya mati total. Sempat mengalir pun cuma sebentar, jadi saya cuma sempat tampung dua ember, sekitar 47 liter. Sekarang sudah habis lagi, mau tidak mau beli air galon,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Kondisi tersebut membuat biaya rumah tangga meningkat karena air galon yang biasanya hanya digunakan untuk minum kini juga dipakai untuk mencuci peralatan dapur dan mandi anak-anak.

Hal serupa dialami Tanjung (41), warga lainnya yang mengaku air di rumahnya mati sejak Sabtu (1/11/2025) pagi. Ia dan keluarganya kini bergantung sepenuhnya pada air isi ulang dari depot sekitar rumah.

“Kita pakai air isi ulang, beli dua kali sehari, satu kali isi ulang harganya Rp10.000. Kalau dihitung-hitung, sehari bisa keluar Rp20.000 sampai Rp30.000 cuma buat air isi ulang. Belum lagi kalau butuh air galon buat minum,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini cukup memberatkan terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Ia berharap PAM Jaya segera menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.

“Tolong sampaikan ke PAM Jaya, kalau mau matikan air, kasih juga solusi. Minimal kasih mobil tangki supaya warga bisa ambil air,” pintanya.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa penghentian sementara aliran air terjadi karena adanya pekerjaan kelistrikan dari PLN yang berdampak pada operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulogadung, Jakarta Timur.

Gangguan tersebut menyebabkan sekitar 311.528 pelanggan di 53 kelurahan di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan sebagian Jakarta Pusat mengalami gangguan distribusi air.

“Proses penghentian distribusi dilakukan bertahap mulai Jumat (31/10/2025) malam pukul 19.00 WIB. Setelah pekerjaan PLN selesai, IPA Pulogadung akan kembali beroperasi secara bertahap mulai pukul 03.00 WIB,” kata Arief.

Ia memperkirakan waktu pemulihan penuh membutuhkan hingga 48 jam karena jaringan pipa distribusi harus diisi ulang.

“Kalau air sudah dimatikan begitu, mengisinya kembali butuh waktu karena jalur pipanya panjang. Jadi normalnya butuh sekitar dua hari,” jelasnya.

Untuk mengurangi dampak gangguan, Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, memastikan pihaknya telah menyiapkan 62 unit mobil tangki air bersih untuk disalurkan ke pelanggan terdampak di sejumlah titik.

Selain itu, kantor layanan pelanggan di wilayah Senen, Klender, Pulogadung, Gudang Air, Kelapa Gading, Dewaruci, Yos Sudarso, dan Sunter tetap beroperasi selama akhir pekan agar warga bisa menyampaikan keluhan dan permintaan bantuan air bersih.

“Kami tetap buka Sabtu dan Minggu agar pelanggan bisa menyampaikan keluhan langsung,” ujar Syahrul.

Masyarakat juga dapat menghubungi call center PAM Jaya di 1500223 atau menggunakan aplikasi CRM Pemprov DKI Jakarta untuk memperoleh informasi terkini dan mengajukan pengiriman air tangki.

Meski langkah darurat telah dilakukan, warga berharap distribusi air segera pulih sepenuhnya. Gangguan yang berkepanjangan membuat banyak keluarga kesulitan menjaga kebersihan dan kenyamanan hidup.

“Air itu kebutuhan pokok. Semoga cepat normal lagi, karena kalau terus seperti ini, kasihan anak-anak dan orang tua di rumah,” kata Amalia.