Kesepakatan BP dan Pertamina Pulihkan Stok BBM, Harga Bensin Turun November Ini

JurnalPatroliNews – Jakarta – Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) British Petroleum (BP) Indonesia kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) per awal November 2025.

Harga bensin jenis BP 92 mengalami penurunan, sementara solar justru mengalami kenaikan seiring dengan tren harga energi global.

Berdasarkan informasi dari laman resmi BP Indonesia, harga BP 92 kini turun menjadi Rp 12.680 per liter, sedangkan BP Ultimate dijual Rp 13.260 per liter. Sementara itu, harga BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp 14.410 per liter.

Penurunan harga bensin ini juga diiringi dengan kembalinya ketersediaan stok BBM jenis BP 92 di seluruh jaringan SPBU BP. Langkah ini dilakukan setelah BP membeli 100.000 barel base fuel atau bahan bakar murni dari Pertamina Patra Niaga.

“Hasil negosiasi antara BP dan Pertamina menghasilkan kesepakatan dengan volume 100.000 barel,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, dikutip dari Antara, Senin (3/11/2025).

Kesepakatan tersebut memungkinkan BP kembali menyalurkan BBM jenis RON 92 ke pasaran. Selain BP, menurut Laode, beberapa pengelola SPBU swasta lain juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan Pertamina untuk menjamin ketersediaan stok di masing-masing wilayah.

PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR) selaku pemegang lisensi SPBU BP memastikan bahwa base fuel yang diperoleh telah melalui proses uji kualitas yang diawasi oleh surveyor independen.

Uji tersebut dilakukan untuk menjamin kesesuaian dengan spesifikasi dan standar mutu yang berlaku di Indonesia maupun standar internasional BP.

“Prioritas kami jelas, BP 92 kembali tersedia dengan kualitas produk yang terjaga. Fokus pada mutu merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami dalam membangun layanan energi tepercaya di Indonesia,” ujar Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura.

Ia menambahkan, pengadaan base fuel impor melalui mekanisme resmi pemerintah menjadi solusi sementara untuk mengatasi kelangkaan BBM. BP-AKR, kata Vanda, mengambil langkah tersebut dengan prinsip kehati-hatian, terukur, dan bertanggung jawab.