JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras sepanjang tahun 2025.
Keyakinan itu didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang memproyeksikan produksi padi nasional mencapai 34,77 juta ton, meningkat 4,15 juta ton dibandingkan tahun 2024.
“Hari ini kita mendapatkan kabar gembira, BPS baru saja mengumumkan produksi padi kita tahun ini diprediksi mencapai 34,77 juta ton, naik 13,95 persen dari tahun lalu,” ujar Amran dalam konferensi pers di BRMP Mekanisasi Pertanian (Mektan), Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/11/2025).
Mentan Amran menilai peningkatan signifikan ini tidak lepas dari kerja keras petani dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai sangat pro terhadap sektor pertanian.
“Atas nama petani Indonesia, kami berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memudahkan regulasi, menaikkan HPP (harga pembelian pemerintah) beras, dan menurunkan harga pupuk hingga 20 persen,” ungkapnya.
Dengan proyeksi produksi sebesar itu, Indonesia diyakini tidak perlu melakukan impor beras pada 2025. Amran menegaskan, prediksi BPS memiliki tingkat kepastian hingga 95 persen. “Insyaallah tahun ini kita tidak ada impor beras. Dalam satu bulan ke depan, jika tidak ada kendala, swasembada pangan akan menjadi kenyataan,” katanya.
Menurut data Kementerian Pertanian, stok beras nasional per awal November 2025 mencapai 3,8 juta ton dan diperkirakan tetap kuat di angka 3,1 juta ton hingga akhir tahun. “Itu tertinggi selama negara kita merdeka. Ini kabar baik untuk kita semua,” tegas Amran.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan lonjakan produksi padi dipicu oleh meningkatnya luas panen dan hasil panen pada subround I (Januari–April 2025).
“Potensi produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen. Kenaikan ini terutama disumbang dari produksi awal tahun yang naik 26,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2024,” kata Pudji.
BPS juga mencatat luas panen padi nasional mencapai 11,35 juta hektare, meningkat 12,98 persen dari tahun sebelumnya, dengan produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 60,34 juta ton.
Capaian tersebut bahkan melampaui perkiraan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang memproyeksikan produksi beras Indonesia hanya 34,6 juta ton.
Angka ini juga mengungguli rekor tertinggi sebelumnya pada tahun 2022 yang mencapai 31,54 juta ton.
Kementerian Pertanian menyebut peningkatan produksi ini merupakan hasil nyata dari program strategis nasional, seperti penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran, perbaikan jaringan irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian, serta kenaikan HPP yang menjaga semangat petani.
Dengan capaian tersebut, Indonesia semakin dekat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.














