OTT di Riau, Gubernur Abdul Wahid dan 7 Pejabat Lainnya Dibawa ke KPK

JurnalPatroliNews – Jakarta – Gubernur Riau Abdul Wahid bersama tujuh orang lainnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/11/2025) pagi.

Mereka merupakan bagian dari sepuluh orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Provinsi Riau pada Senin (3/11/2025).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan dari sepuluh orang yang diamankan, sembilan orang dibawa ke Gedung KPK dalam dua kloter perjalanan, yakni pagi dan siang.

“Yang dibawa pada hari ini ada sembilan orang, nanti ada dua kloter pagi dan siang,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (4/11/2025).

Menurut informasi, kloter pertama tiba sekitar pukul 09.36 WIB dengan delapan orang. Sementara satu orang lainnya dijadwalkan tiba pada kloter siang sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari delapan orang yang telah datang, tiga di antaranya masuk melalui pintu depan, yakni Gubernur Riau Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR Arief Setiawan, dan Sekretaris Dinas PUPR Ferry Yunanda.

“Kloter pagi delapan orang, tiga lewat depan, lima lewat belakang, dan kloter siang satu orang,” tutur Budi.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Riau pada Senin (3/11/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah penangkapan, tim penyidik melakukan penggeledahan di kantor Dinas PUPR Provinsi Riau selama hampir lima jam, sejak pukul 13.00 WIB.

Dari hasil awal penyelidikan, OTT tersebut diduga terkait kasus dugaan korupsi proyek di lingkungan Dinas PUPR Provinsi Riau. Sejumlah pihak yang diamankan dalam operasi itu termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR, dan Sekretaris Dinas PUPR.

Sesuai prosedur penegakan hukum, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terjaring OTT.

Setelah itu, lembaga antikorupsi akan menentukan status hukum masing-masing, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau saksi.

“Terkait perkara dan konstruksi kasusnya akan kami sampaikan saat konferensi pers,” ungkap Budi Prasetyo.

Konferensi pers resmi dari KPK dijadwalkan digelar setelah proses pemeriksaan awal rampung. Publik kini menantikan penjelasan lengkap mengenai dugaan korupsi yang menyeret Gubernur Riau Abdul Wahid dan pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.