JurnalPatroliNews – Jakarta –Pemerintah Indonesia menargetkan transaksi perdagangan karbon senilai Rp16 triliun selama pelaksanaan Konferensi ke-30 Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) yang digelar di Belém, Brasil.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui perdagangan karbon berkualitas tinggi yang melibatkan berbagai sektor strategis, terutama sektor alam dan teknologi.
“Kita harapkan sepulang dari Belém, Brasil, kita akan membawa pulang paling tidak Rp16 triliun dari perdagangan karbon,” ujar Hanif dalam acara Belém Leader Summit, Jumat (7/11/2025) waktu setempat, dikutip dari Antara.
Menurutnya, sektor kehutanan dan kelautan menjadi penyumbang terbesar dari sisi nature-based solution, sementara sektor energi dan industri menyumbang kontribusi dari sisi technology-based solution.
“Terutama di sektor alam, yaitu forestry dan ocean. Kemudian di sektor tech-based dari energi dan industri. Dua sektor itu kita harapkan bisa berkontribusi sampai di angka 90 juta ton CO₂ dengan nilai transaksi sekitar Rp16 triliun,” jelas Hanif.
Hanif menegaskan, pencapaian target ini menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi hijau nasional sekaligus mempercepat penurunan emisi gas rumah kaca, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.
“Angka ini kita harapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan meningkatkan pengurangan emisi gas rumah kaca di Tanah Air,” lanjutnya.
Selain itu, Hanif juga meminta seluruh delegasi Indonesia untuk memaksimalkan diplomasi di Pavilion Indonesia dan forum negosiasi selama COP30 berlangsung, guna memperluas peluang kerja sama internasional dan menarik investasi karbon.
“Untuk delegasi Pavilion, kita memiliki target melakukan transaksi sampai di angka 90 juta ton CO₂ pada semua sektor,” tegasnya.
COP30 akan berlangsung pada 10–21 November 2025 di Belém, Brasil. Indonesia akan menghadirkan Pavilion Indonesia yang menjadi pusat promosi sektor hijau nasional serta menggelar sesi seller meet buyer (SMB) setiap hari guna mempertemukan pelaku usaha dan investor global di bidang perdagangan karbon.














