JurnalPatroliNews – Jakarta – Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin kembali melakukan perombakan struktur dengan merotasi dan memutasi 12 pejabat kejaksaan di lingkungan Kejaksaan Agung serta beberapa Kejaksaan Tinggi di daerah.
Perubahan posisi tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 1034 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 18 November 2025.
Salah satu nama yang ikut bergeser adalah Dwi Agus Arfianto, mantan Kajari Jakarta Barat yang kini menjabat Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Dalam keputusan terbaru, ia dipercaya mengisi posisi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.
Selain Dwi Agus, berikut daftar lengkap pejabat yang mengalami mutasi sebagaimana tercantum dalam keputusan yang diterima RMOL pada Rabu, 19 November 2025:
- Hari Wibowo
Dari Wakil Kepala Kejati Jawa Timur menjadi Direktur A pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum. - Saiful Bahri Siregar
Dari Wakil Kepala Kejati Sulawesi Tenggara menjadi Wakil Kepala Kejati Jawa Timur. - Dandeni Herdiana
Dari Asisten Pidana Umum Kejati Sumatera Selatan menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. - I Putu Gede Astawa
Dari Wakil Kepala Kejati Bali menjadi Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen. - Sunarwan
Dari Wakil Kepala Kejati Papua menjadi Wakil Kepala Kejati Bali. - Hendrizal Husin
Dari Kajati Papua menjadi Inspektur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan. - Jefferdian
Dari Direktur Pertimbangan Hukum pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Papua. - Irene Putrie
Dari Wakil Kepala Kejati Kepulauan Riau menjadi Direktur Pertimbangan Hukum pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. - Diah Yuliastuti
Dari Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara menjadi Wakil Kepala Kejati Kepulauan Riau. - Ardiansyah
Dari Inspektur Muda Keuangan I pada Inspektorat Keuangan II menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen. - Haryoko Ari Prabowo
Dari Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
Rotasi ini menjadi bagian dari penataan organisasi yang secara rutin dilakukan untuk memperkuat kinerja serta memastikan penyegaran di tubuh kejaksaan. Jika Anda membutuhkan versi yang lebih pendek, lebih formal, atau lebih naratif, tinggal beri tahu.














