JurnalPatroliNews – Jakarta – Polda Jawa Timur (Jatim) mengerahkan ratusan personel untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Mobilisasi kekuatan ini dilakukan sebagai langkah cepat menyikapi meningkatnya aktivitas vulkanik yang berdampak pada sejumlah permukiman di sekitar kaki Semeru.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, mengatakan total hampir 300 personel gabungan dari Polda Jatim dan Polres Lumajang dikerahkan ke lokasi terdampak.
Personel-personel tersebut ditempatkan untuk mempercepat proses evakuasi warga sekaligus memberikan dukungan fasilitas darurat.
Ia menjelaskan bahwa jajaran kepolisian tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga mendirikan fasilitas penting untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak erupsi.
Fasilitas itu antara lain dua dapur umum dan dua unit water treatment untuk memastikan ketersediaan air bersih di lokasi pengungsian.
Selain itu, personel Polda Jatim juga bekerja bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, serta relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan yang sudah berada di lokasi sejak awal erupsi terjadi. Kolaborasi ini memastikan setiap langkah penanganan darurat dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
Polda Jatim memberi prioritas pada evakuasi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Petugas juga memastikan akses dan jalur evakuasi tetap aman dari ancaman material vulkanik, termasuk abu tebal, pasir, hingga potensi lahar hujan yang bisa membahayakan.
Dapur umum yang disiapkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan ratusan warga yang harus mengungsi. Sementara itu, unit water treatment membantu menyediakan air bersih mengingat banyak sumber air mulai tercemar abu vulkanik.
Abast menyebut seluruh kegiatan penanganan di lapangan dilakukan secara terkoordinasi bersama BPBD dan relawan untuk memastikan bencana dapat ditangani secara cepat dan terukur. Polda Jatim juga terus memantau potensi bahaya susulan, termasuk peningkatan aktivitas Gunung Semeru.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Lumajang melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Semeru masih fluktuatif sehingga status kewaspadaan tetap diberlakukan.
Dengan pengerahan personel gabungan ini, diharapkan proses evakuasi, penyaluran bantuan, dan penanganan darurat dapat berjalan lebih efektif hingga kondisi dinyatakan aman bagi masyarakat.













