Misteri Kematian Raditya, Balita Asal Garut: Keluarga Curiga Ada Kekerasan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kematian Raditya (4), balita asal Kampung Baeud, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Raditya meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Ujung Berung, Bandung.

Polrestabes Bandung masih menyelidiki penyebab kematian balita tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur kekerasan sebelum ia meninggal.

Polisi menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan terkait sejumlah luka yang ditemukan pada tubuh korban.

Raditya tinggal bersama ayah dan ibu tirinya di Cipadung, Kota Bandung. Ibu kandungnya, Titawati (29), yang tengah mengikuti suaminya bekerja di Depok, mengaku terpukul setelah melihat kondisi putranya di rumah sakit.

“Saya syok saat pertama kali lihat anak saya. Banyak luka di sekujur tubuhnya,” ucap Tita di rumah duka, Minggu (23/11/2025). Ia mengaku baru mengetahui kondisi Raditya saat tiba di rumah sakit.

Melihat banyaknya luka tersebut, Tita menilai kematian Raditya penuh kejanggalan. Ia meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan menegakkan hukum seadil-adilnya jika terbukti terjadi kekerasan.

Warga dan keluarga besar juga berharap penyelidikan polisi dapat mengungkap fakta sebenarnya sehingga memberikan keadilan bagi almarhum Raditya.

Kasus ini masih dalam tahap investigasi, termasuk analisis forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Kasus Raditya memicu diskusi luas mengenai perlindungan anak dan pentingnya pengawasan terhadap potensi kekerasan dalam keluarga.