BLT Kesra Tak Cair untuk 580 Penerima di Surabaya Akibat Terlibat Judol

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah mencoret 580 warga penerima manfaat di Kota Surabaya dari berbagai program bantuan sosial (bansos), termasuk Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) yang saat ini tengah disalurkan melalui kantor pos. Pencoretan ini dilakukan setelah warga tersebut terindikasi terlibat dalam praktik judi online (judol).

Menurut data Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya hingga November 2025, ratusan penerima bansos itu masuk dalam daftar terblokir berdasarkan laporan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang rutin memantau kondisi sosial warga di setiap kelurahan.

“Dari data yang kami dapat dari pendamping PKH, ada 580 rekening penerima bansos yang terindikasi judol. Jadi memang dari pusat (Kemensos) sudah dicoret tidak mendapatkan bansos,” jelas Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Surabaya, Tito Rachmanto, Kamis (27/11/2025).

Tito menyebutkan, pemerintah saat ini sedang gencar menyalurkan BLT Kesra dengan jumlah bantuan sebesar Rp 900.000 per keluarga penerima manfaat (KPM).

Meski demikian, warga yang terbukti melakukan judi online otomatis kehilangan haknya untuk menerima bantuan tersebut.

Di Surabaya sendiri, proses penyaluran BLT Kesra tengah berlangsung. Total terdapat 46.469 penerima manfaat yang terdaftar sebagai penerima bantuan pada batch kedua penyaluran.

Kepala Kantor Pos Surabaya Selatan, Maestro Yunan, menjelaskan bahwa penyaluran BLT dilakukan di dua titik besar, yakni Kantor Pos Surabaya Selatan dan Surabaya Utara.

“Jika dirinci, Surabaya Utara menyalurkan BLT untuk 43.021 KPM, sementara Surabaya Selatan 3.448 KPM, sehingga total untuk batch kedua mencapai 46.469 KPM,” ujar Yunan saat ditemui di Kantor Pos Surabaya Selatan, Kendangsari, Surabaya.

Dengan adanya pencoretan ini, pemerintah berharap distribusi bansos menjadi lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh penerima yang terlibat aktivitas ilegal seperti judi online.