Oknum Tempel QRIS Palsu, Diskominfo Pandeglang: Cek Nama Penerima Sebelum Bayar

JurnalPatroliNews – Jakarta – Maraknya penggunaan transaksi digital berbasis QR code di Kabupaten Pandeglang, Banten, kini dibayangi munculnya modus penipuan QRIS yang semakin meresahkan.

Praktik ini ditemukan di sejumlah lokasi, mulai dari warung makan hingga rumah ibadah, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pembayaran nontunai.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pandeglang, Johanes Waluyo, mengungkapkan bahwa kemudahan memindai QR code kini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengganti barcode resmi suatu tempat usaha dengan barcode milik pribadi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk benar-benar jeli saat memindai QRIS. Oknum kasir bisa saja mengganti barcode resmi toko dengan barcode milik pribadi,” ujar Johanes, Jumat (28/11/2025).

Modus serupa juga pernah ditemukan di beberapa daerah lain, terutama di tempat ibadah. QRIS palsu ditempelkan pada kotak infak sehingga dana donatur malah masuk ke rekening individu.

Johanes mengingatkan bahwa sebelum menyelesaikan pembayaran, sistem QRIS selalu menampilkan nama penerima. Jika nama yang muncul adalah nama pribadi, transaksi sebaiknya dibatalkan.

Ia menilai peningkatan literasi digital tidak serta-merta menurunkan risiko kejahatan online. Sebaliknya, perkembangan teknologi justru menciptakan celah baru bagi oknum yang ingin melakukan penipuan. “Kasus penipuan keuangan sekarang banyak. Ada yang dananya hilang, ada juga yang tertipu karena QRIS palsu,” jelasnya.

Meski demikian, hingga saat ini Diskominfo Pandeglang belum menerima laporan resmi terkait penipuan QRIS.

Ia menduga beberapa korban enggan melapor karena nominal kerugian kecil atau merasa malu. “Ada kemungkinan korban, tetapi tidak melapor. Masyarakat harus peka, jangan asal scan dan transfer,” ujarnya.

Johanes menekankan pentingnya memastikan nama penerima sebelum memasukkan nominal pembayaran dan PIN.

Apabila muncul keraguan, masyarakat dianjurkan beralih ke pembayaran tunai. “Kalau tidak yakin, lebih baik bayar tunai. Jangan sampai uang malah masuk ke rekening pelaku,” tambahnya.

Di sisi lain, ia memastikan sistem pembayaran digital milik pemerintah daerah telah menggunakan standar keamanan tinggi sehingga risiko penyalahgunaan terbilang sangat kecil.

Sebagai upaya pencegahan, Diskominfo Pandeglang akan menggencarkan sosialisasi melalui kanal resmi pemerintah daerah. “Kami sudah menyiapkan edukasi lewat media sosial kecamatan dan dinas. Materi peringatan juga akan disebarkan melalui media dan pamflet digital,” tutup Johanes.