JurnalPatroliNews – Jakarta – Hubungan Amerika Serikat dan Venezuela kembali memanas setelah Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyebut area udara di atas Venezuela harus dianggap tertutup bagi siapa pun.
Komentar itu dipublikasikan melalui platform Truth Social di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Washington dan Caracas.
Dalam unggahannya, Trump menulis peringatan keras:
“Untuk seluruh maskapai, pilot, pengedar narkoba, maupun pelaku perdagangan manusia — perlakukan wilayah udara Venezuela dan sekitarnya sebagai area tertutup sepenuhnya.”
Pernyataan tersebut langsung menyulut reaksi keras dari pemerintah Venezuela. Caracas menilai ucapan Trump sebagai bentuk ancaman kolonial gaya baru dan mengecamnya sebagai tindakan provokatif yang tidak sah serta berlebihan.
Pemerintah Venezuela meyakini bahwa langkah Trump hanya akan memperburuk hubungan kedua negara yang memang sudah renggang sejak lama.
Ketegangan di Tengah Manuver Militer Amerika Serikat
Situasi diplomatik semakin memanas karena Amerika Serikat sedang melakukan pengerahan militer besar-besaran di kawasan Karibia. Salah satu unsur strategis yang dikirim adalah kapal induk terbesar yang dimiliki AS.
Washington mengklaim operasi tersebut ditujukan untuk memberantas jaringan penyelundupan narkoba. Namun Venezuela menuduh AS menggunakan alasan tersebut untuk menekan dan menggulingkan Presiden Nicolás Maduro.
Sejak awal September, militer AS dilaporkan telah menggempur lebih dari 20 kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur. Serangan-serangan itu menyebabkan lebih dari 80 orang tewas. Hingga kini, AS belum mengungkapkan bukti rinci bahwa kapal-kapal tersebut memang digunakan dalam aktivitas ilegal.
Maskapai Internasional Hentikan Penerbangan ke Venezuela
Sebelum pernyataan Trump, otoritas penerbangan AS telah mengeluarkan imbauan kepada pesawat sipil agar meningkatkan kewaspadaan saat melewati ruang udara Venezuela karena meningkatnya aktivitas militer.
Peringatan itu diikuti keputusan enam maskapai besar — Iberia, TAP, Avianca, LATAM, GOL, dan Turkish Airlines — untuk menghentikan penerbangan ke Caracas. Pemerintah Venezuela langsung membalas dengan melarang seluruh maskapai tersebut masuk ke wilayahnya.
Ada Upaya Diplomasi di Balik Ketegangan?
Di tengah suasana panas, The New York Times melaporkan bahwa Donald Trump dan Nicolás Maduro sempat melakukan percakapan via telepon dan bahkan membahas kemungkinan bertemu.
Namun kabar itu muncul bersamaan dengan ancaman baru yang diutarakan Trump terkait operasi darat melawan penyelundupan narkoba, yang justru semakin menyulut tensi kedua negara.














