JurnalPatroliNews – Jakarta – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi yang terjadi pada Minggu (30/11/2025) pagi.
Letusan tersebut disertai lontaran abu vulkanik setinggi 800 meter dari puncak kawah, sehingga petugas mengingatkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lereng gunung untuk mematuhi zona aman sesuai rekomendasi PVMBG.
Erupsi tercatat pada pukul 06.30 WIB oleh Pos Pengamatan Gunung Semeru. Kolom abu membumbung berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya.
“Kolom abu teramati putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 109 detik,” ujar Sigit Rian Alfian, petugas PVMBG Pos Pantau Semeru.
Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan ataupun gangguan signifikan akibat erupsi tersebut. Status Gunung Semeru juga tetap berada pada level III atau siaga, setelah sebelumnya diturunkan dari level IV (awas).
Meski aktivitas terlihat relatif stabil, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi bahaya seperti awan panas guguran dan banjir lahar dingin.
PVMBG juga kembali mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan.
Jalur tersebut berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar yang dapat meluas hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak,” kata Sigit.
Petugas terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.














