Akses Sumatera Lumpuh, Menteri PU Intruksikan Seluruh Alat Berat Masuk Zona Bencana

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bergerak cepat memimpin pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut).

Pemerintah mengerahkan berbagai alat berat dari sejumlah proyek strategis untuk membuka jalur vital yang terputus akibat bencana.

Sejak tiga hari terakhir, Dody melakukan koordinasi intensif agar seluruh alat berat milik BUMN Karya maupun kontraktor dapat segera dialihkan ke titik terdampak. Ia menegaskan bahwa seluruh sumber daya harus diprioritaskan untuk penanganan darurat.

“Alat berat langsung kami keluarkan. Semua unit yang bekerja di Sumbar, Sumut, dan Aceh saya perintahkan bergerak ke lokasi bencana,” ujarnya dalam kegiatan penyerahan bantuan di Kementerian PU, Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Dody menekankan bahwa pembukaan akses menjadi kunci masuknya distribusi air bersih, bantuan pangan, hingga logistik kemanusiaan. Keterlambatan, menurutnya, dapat memicu gangguan sosial di wilayah-wilayah terdampak.

“Air saja sulit masuk. Yang saya takutkan adalah potensi kerusuhan sosial. Karena itu jalan harus segera terbuka,” tegasnya.

Kerusakan terparah terjadi di Sumatera Utara. Hingga Minggu pagi, jalur menuju Sibolga masih terputus di banyak titik akibat longsor dan badan jalan hanyut terseret banjir.

Dari arah Sumut, proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu minggu. Sementara dari arah Aceh, jika cuaca mendukung, jalur ditargetkan dapat tembus pada malam hari.

Untuk memastikan pekerjaan alat berat tidak terhenti, suplai bahan bakar solar menjadi prioritas. “Saya harus memastikan solar tersedia di Aceh dan beberapa titik di Sumut,” ujarnya.

Akses ke Takengon di Aceh mulai terbuka meski baru dapat dilewati satu kendaraan. Pemerintah memastikan pembukaan jalur akan terus diperlebar agar mobilitas menjadi lebih lancar.

Di Sumatera Barat, pemerintah menugaskan Hutama Karya untuk menangani perbaikan fisik lanjutan setelah kondisi darurat teratasi. Namun, fokus utama tetap pada pembukaan akses awal sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dody juga memastikan bahwa jalur tol relatif aman dan masih bisa dilalui. Kerusakan terberat justru terjadi pada jalan nasional, provinsi, dan kabupaten.

Pemerintah menegaskan upaya pengerahan alat berat, logistik, dan dukungan teknis akan terus dilakukan hingga seluruh jalur vital kembali pulih dan bantuan dapat menjangkau seluruh korban bencana secara merata.