Banjir dan Longsor Makan Korban 753 Jiwa, Pemerintah Akui Kekurangan: Kami Minta Maaf

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah menyampaikan permintaan maaf terkait penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dinilai belum berjalan maksimal.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah telah bekerja keras, namun tetap menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan.

“Pemerintah telah bekerja keras. Mohon maaf jika masih kurang maksimal,” ujar Pratikno di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Ia menjelaskan, medan geografis yang berat menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya distribusi logistik dan proses pencarian korban. Kondisi cuaca yang masih tidak bersahabat turut memperburuk situasi.

“Tantangannya sangat berat. Medan wilayahnya sangat luas. Cuaca juga belum mendukung. Namun seluruh tim dikerahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terisolasi. Mohon doa dan dukungan dari semuanya,” ujarnya mengutip laporan Antara.

Menurut dia, sejak hari pertama bencana, pemerintah pusat telah memberi instruksi jelas agar seluruh kementerian dan lembaga bergerak cepat dan mengerahkan seluruh kekuatan untuk penanganan darurat.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Rabu (3/12/2025) pagi, jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut telah mencapai 753 orang. Sebanyak 650 orang masih dinyatakan hilang dan terus dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.

Data BNPB menunjukkan Provinsi Aceh mencatat 218 korban meninggal dan 227 orang hilang. Di Sumatera Utara, jumlah korban jiwa mencapai 301 orang, sementara 163 warga belum ditemukan. Adapun di Sumatera Barat, 234 orang meninggal dan 260 warga masih hilang.

Saat ini, seluruh wilayah terdampak masih berada dalam status tanggap darurat, dengan operasi penyelamatan yang terus dilakukan.