Jembatan Darurat Teupin Mane Dibuka, Jalur Vital Bireuen–Bener Meriah Pulih

JurnalPatroliNews – Bireuen – Jembatan bailey Teupin Mane di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, telah selesai dibangun dan kembali dibuka untuk umum. Rampungnya jembatan darurat ini menandai pulihnya konektivitas vital antara Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah yang sebelumnya terputus akibat bencana alam.

Sebelumnya, akses kedua kabupaten terputus total setelah jembatan permanen Teupin Mane rusak parah diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Kondisi tersebut mengakibatkan terganggunya aktivitas perekonomian serta distribusi logistik, terutama menuju wilayah dataran tinggi Gayo.

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengatakan pembangunan jembatan bailey merupakan solusi cepat yang diambil Pemerintah Aceh untuk mengatasi dampak bencana hidrometeorologi yang merusak infrastruktur utama di jalur tersebut.

“Alhamdulillah, jembatan bailey Teupin Mane sudah rampung dan sudah bisa dilalui kendaraan dari kedua arah. Pembangunan ini merupakan respons cepat Pemerintah Aceh untuk mengatasi terputusnya jalur utama penghubung Bireuen dan Bener Meriah,” ujar Murthalamuddin, Minggu (14/12/2025).

Ia menjelaskan, setelah rampungnya jembatan bailey, pemerintah daerah akan fokus mengoptimalkan pembukaan dan perbaikan akses jalan secara menyeluruh menuju wilayah pedalaman, khususnya ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Setelah jembatan bailey ini selesai, fokus kita selanjutnya adalah mengoptimalkan pembukaan akses jalan, terutama menuju Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Hal ini penting untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan mobilitas warga di kawasan dataran tinggi Gayo,” katanya.

Terputusnya jembatan permanen Teupin Mane sebelumnya menyebabkan gangguan signifikan bagi masyarakat. Pengguna jalan terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih sulit, memakan waktu lebih lama, serta berisiko terhadap keselamatan.

Dengan selesainya pembangunan jembatan bailey, jalur transportasi kembali lancar dan memungkinkan aktivitas perekonomian serta mobilitas warga berangsur normal.

Pemerintah daerah dan masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kerja keras tim penanganan bencana dalam mendirikan jembatan darurat tersebut.

Meski bersifat sementara, Murthalamuddin berharap jembatan bailey ini dapat menopang beban lalu lintas selama masa transisi hingga pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh di lokasi yang sama dapat direalisasikan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan berat dan truk logistik, agar mematuhi batas tonase yang telah ditetapkan.

Hal ini demi kepentingan bersama agar jembatan bailey dapat berfungsi optimal sampai jembatan permanen selesai dibangun,” tegasnya.