JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan dana bantuan sebesar 20,5 miliar rupiah kepada belasan ribu korban bencana alam di wilayah Sumatera.
Bantuan tunai ini diberikan khusus bagi para warga terdampak yang memilih untuk tidak menempati hunian sementara yang disediakan pemerintah, melainkan lebih memilih tinggal secara mandiri di rumah kerabat atau keluarga mereka.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang bahwa terdapat 11.414 orang yang tercatat memilih opsi pengungsian mandiri.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pilihan tersebut, diberikan kompensasi finansial untuk meringankan beban ekonomi para penyintas selama masa pemulihan pascabencana.
Rincian penyaluran dana tersebut telah dimulai sejak akhir Desember 2025. Setiap kepala keluarga mendapatkan bantuan sebesar 600 ribu rupiah per bulan yang dialokasikan untuk jangka waktu tiga bulan, terhitung mulai Desember hingga Februari 2026.
Hingga saat ini, total dana yang sudah masuk ke rekening atau disalurkan kepada warga penerima manfaat mencapai 20.545.200.000 rupiah.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan skala kerusakan infrastruktur perumahan yang cukup masif di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan data terkini dari BNPB, tercatat sebanyak 213 ribu rumah mengalami kerusakan dengan klasifikasi yang bervariasi, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga rusak berat akibat terjangan banjir dan tanah longsor.
Rapat koordinasi yang dilaksanakan pada hari pertama tahun 2026 ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Sumatera.
Sinergi antara pemberian dana tunai bagi pengungsi mandiri serta rencana perbaikan rumah tinggal diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat yang terdampak bencana luar biasa di pengujung tahun lalu tersebut.














