JurnalPatroliNews – Jakarta – Situasi keamanan dan politik di wilayah Hadramout, Yaman, dilaporkan memanas setelah Dewan Transisi Selatan (STC) secara resmi mengumumkan rencana referendum kemerdekaan pada Jumat, 2 Januari 2026. Presiden STC, Aidaros Alzubidi, menyatakan bahwa proses transisi menuju kemerdekaan penuh direncanakan berlangsung selama dua tahun ke depan.
Langkah ini mencakup upaya dialog dengan faksi Yaman Utara yang saat ini dikuasai oleh kelompok Houthi.
Dalam pernyataan resminya, Alzubidi menegaskan bahwa deklarasi konstitusional tersebut dapat berlaku lebih cepat dari jadwal semula (Januari 2028) apabila seruan dialog diabaikan. Ancaman kemerdekaan sepihak juga akan dilakukan jika wilayah selatan, warga, maupun pasukan STC kembali menjadi sasaran serangan militer.
STC secara terbuka meminta dukungan komunitas internasional untuk memediasi dialog antara pihak-pihak di utara dan selatan.
Ketegangan ini memuncak setelah pasukan STC berhasil merebut sebagian besar wilayah Hadramout yang berbatasan dengan Arab Saudi serta provinsi Al-Mahrah di perbatasan Oman.
Pergerakan militer bulan lalu tersebut dilaporkan berlangsung tanpa perlawanan berarti, namun memicu kemarahan diplomatik dari Riyadh.
Ekspansi ini memperuncing perselisihan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang selama ini mendukung faksi-faksi bersaing di pemerintahan Yaman yang terpecah.
Secara historis, Yaman pernah terbagi menjadi negara utara dan selatan antara tahun 1967 hingga 1990. Jika rencana referendum STC terwujud, wilayah selatan diproyeksikan akan berdiri sebagai negara berdaulat baru dengan nama Arab Selatan.
Hal ini menandai potensi kembalinya peta politik lama yang sempat menyatukan kedua wilayah tersebut selama lebih dari tiga dekade.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau pergerakan STC di wilayah timur Yaman. Persaingan pengaruh antara kekuatan Teluk di Hadramout dan Al-Mahrah menjadi faktor krusial yang menentukan apakah Yaman akan tetap bersatu atau kembali terpecah menjadi dua entitas politik yang berbeda dalam waktu dekat.














