JurnalPatroliNews – Jakarta – Satuan Brimob Polda Metro Jaya resmi dikerahkan untuk mempertebal pengamanan di kawasan Terowongan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat kepolisian setelah aksi tawuran antarwarga pecah di lokasi tersebut selama dua hari berturut-turut pada awal Januari 2026.
Kehadiran personel elite Polri ini bertujuan untuk memutus rantai konflik dan memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat serta pengguna jalan yang melintas.
Dansatbrimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan melalui penempatan personel di titik-titik krusial dan patroli rutin secara berkala.
Fokus penjagaan dibagi ke dalam dua area utama, yakni Terminal Bus Manggarai dan kawasan Pintu Air Jalan Tambak. Petugas di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan preventif dan humanis namun tetap tegas dalam menjaga ketertiban umum.
Sebelumnya, kawasan Underpass Manggarai menjadi medan bentrokan sengit pada Kamis sore dan Jumat sore. Aksi saling lempar kembang api dan senjata tajam sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.
Selain menciptakan suasana mencekam, dampak dari tawuran tersebut menyisakan serpihan kaca dan benda tajam di badan jalan yang menyebabkan banyak pengendara motor mengalami ban bocor saat melintasi terowongan.
Hingga Sabtu siang, pihak kepolisian memastikan situasi di sekitar Terowongan Manggarai telah terkendali sepenuhnya.
Personel Brimob akan terus bersiaga hingga kondisi dinilai benar-benar stabil. Polisi juga mengimbau tokoh masyarakat setempat untuk berperan aktif meredam emosi kelompok pemuda di wilayah masing-masing agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di bawah perlintasan kereta api Manggarai kini dilaporkan sudah kembali normal.
Meski demikian, patroli skala besar masih terus digencarkan sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi kerumunan massa yang mencurigakan di sekitar area pemukiman padat penduduk tersebut.














