Bakamla RI Fasilitasi Pemulangan 6 ABK KM Triasmo Sejahtera yang Terdampar di Timor Leste

JurnalPatroliNews – Jakarta – Bakamla RI melalui Stasiun Bakamla Kupang memfasilitasi proses pemulangan enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Triasmo Sejahtera yang sebelumnya terdampar di perairan Timor Leste.

Proses serah terima dilaksanakan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Atambua, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 7 Januari 2026.

Kepala Stasiun Bakamla Kupang Mayor Bakamla Yeanry M. Olang secara resmi menerima keenam ABK dari KBRI Dili melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima.

Kegiatan tersebut disaksikan oleh jajaran pimpinan PLBN Motaain, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, serta unsur Imigrasi. Keenam nelayan tersebut adalah Erfan Agus (Nahkoda), Alfurkan Kapitan Lamahala, Juslan Tungga, Kamaruddin, Muhaimin Abas, dan Nawwir Gazali.

Minister Counsellor KBRI Dili Nugroho Yuwono Aribhino menjelaskan bahwa para nelayan ini terdampar di kawasan eksplorasi migas Bayu Undan, Timor Gap, setelah mengalami kerusakan mesin kapal.

Mereka terombang-ambing selama beberapa hari dengan logistik terbatas sebelum akhirnya memberikan sinyal darurat kepada anjungan migas dan dievakuasi oleh kapal MMA Coral milik perusahaan Santos. Kapal nelayan mereka dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk saat proses penarikan.

Mayor Bakamla Yeanry M. Olang menambahkan bahwa pihaknya telah menerima laporan kehilangan kontak KM Triasmo Sejahtera sejak 29 Desember 2025. Sejak saat itu, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Kantor SAR Kupang dan keluarga korban.

Penjemputan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi warga negara di laut.

Setelah proses serah terima di PLBN Motaain selesai, keenam ABK langsung dibawa ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat untuk diserahkan kembali kepada keluarga masing-masing.

Bakamla RI juga mengimbau agar para nelayan selalu memastikan kelayakan kapal dan alat navigasi sebelum melaut guna meminimalisasi risiko darurat di perbatasan.