JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya sekaligus Pengumuman Swasembada Pangan Indonesia.
Kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ini berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani, penyuluh, dan seluruh pihak yang berkontribusi nyata. Ia menegaskan bahwa ketersediaan pangan adalah kunci kemerdekaan sejati sebuah bangsa.
Presiden juga mengungkapkan rasa bangganya karena target swasembada pangan yang semula dipatok empat tahun, berhasil dicapai hanya dalam waktu satu tahun berkat kerja keras dan kekompakan seluruh komunitas pertanian di Indonesia.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Presiden menyerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satya Lencana Wirakarya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026.
Sebanyak 29 personel TNI menerima penghargaan ini karena dinilai berperan aktif dalam mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan nasional melalui perumusan kebijakan dan optimalisasi peran satuan di lapangan.
Beberapa perwira tinggi TNI yang menerima penghargaan tersebut antara lain Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohammad Naudi Nurdika, serta sejumlah Pangdam seperti Pangdam II/Sriwijaya, Pangdam III/Siliwangi, Pangdam V/Brawijaya, Pangdam IX/Udayana, dan Pangdam XXII/Tambun Bungai.
Keterlibatan TNI dalam mengoordinasikan langkah strategis di berbagai wilayah dianggap menjadi salah satu pilar penguat ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia saat ini.
Acara ini diikuti secara luring oleh sekitar 5.000 petani dan penyuluh pertanian, serta terhubung secara daring dengan lebih dari dua juta petani di seluruh penjuru tanah air.
Momentum ini menandai langkah besar Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada bangsa lain dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.














